Penyakit Jiwa

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Saya terinspirasi dengan kisah nyata seorang teman yang menderita bisikanyang tak henti-henti di dalam pikirannya sebagai sesuatu yang sangat mengganggu dan dia sendiri tidak menyadarinya. Bisikan ini sering dikenal dengan istilah halusinasi, yang jika terus-menerus terjadi maka si penderita akan bertindak sesuai dengan bisikan tersebut dengan suatu kegilaan yang disebut sebagai schizophrenia. Teman ini akhirnya sangat tersiksa dan tidak hanya hidupnya yang berantakan, namun juga keluarganya dan teman-temannya.

Saya juga  pernah mendengar bahwa ada keluarga yang secara turun temurun menderita penyakit semacam ini. Pernah pula saya membaca, suatu desa di Jawa yang bernama Desa Samin, dimana banyak sekali penduduknya menderita penyakit gila.

Marilah kita membahas mengenai penyakit jiwa berdasarkan al Quran.

Manusia, sebagaimana telah dibahas dalam email sebelumnya, terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu jasad, ruh dan jiwa. Penyakit manusia adalah berawal dari jiwanya, baru kemudian turun kepada jasadnya. Jiwa atau dalam bahasa Arab disebut sebagai Qalbu (berasal dari kata Qalaba atau yang berbolak-balik) terdiri dari pusat keinginan (atau disebut sebagai an-Nafs) yang terletak di otak kecil, pusat berpikir (atau yang disebut sebagai Fuadha) yang terletak di otak besar dan pusat data (atau yang disebut sebagai Sudur) yang terletak di otak belakang (silahkan dibaca kembali email sebelumnya mengenai Jiwa) . Penyakit manusia adalah berawal dari ketiga lokasi jiwa ini.

Penyakit jiwa seperti halusinasi, obsessive compulsive, anxiety, schizophrenia berpusat kepada ketiga lokasi ini.

Apa yang menyebabkan adanya penyakit jiwa seperti halusinasi? Dari mana sumber bisikan tersebut?

Marilah kita memperhatikan Surat 4:119-120, dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya.” Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

Sumber bisikan tersebut adalah syaithan yang membisikkan pikiran-pikiran yang tidak masuk akal, namun karena terus-menerus dibisikkan ke dalam otak manusia, maka sesuatu yang tidak masuk akal itupun akhirnya menjadi masuk akal di mata si penderita, meskipun bagi kebanyakan orang terlihat tidak masuk akal.

Bisikan terus-menerus ini terjadi pada manusia, ada yang tingkatannya berat atau kasar sehingga semua orang waras pastilah dapat mengidentifikasi sebagai sesuatu kegilaan, ada pula yang tingkatannya ringan atau halus, sehingga hanya manusia yang sensitiflah yang dapat merasakannya.

Terdapat suatu istilah favorit saya yang menjelaskan banyak hal dalam hidup, perception creates reality and reality creates perception, persepsi atau pikiran akan menghasilkan kenyataan dan kenyataan akan menghasilkan pikiran.

Apa yang terjadi jika persepsi atau pikiran kita dikendalikan oleh syaithan? Maka kenyataan yang terjadi adalah perbuatan kita yang bersifat syaithan dimana salah satu cirinya adalah hilangnya akal sehat. Manusia yang akal sehatnya sudah hilang, pastilah menjadi manusia yang perbuatannya tidak sesuai dengan kehendak Allah karena Allah memurkai manusia yang tidak mempergunakan akalnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 10:100, Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

Dampak lain dari pikiran atau persepsi yang dikendalikan syaithan adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan al Quran atau kesesatan, sehingga manusia tersebut tidak mengingat Allah atau lupa dengan aturan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 58:19, Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.

Jika persepsi sudah 100% dikuasai oleh syaithan dengan ciri-ciri hilangnya akal sehat dan aturan Allah tidak mendapatkan tempat di dalam pikiran manusia, maka manusia tersebut sudah hidup dikendalikan hawa nafsunya dan Allah telah berjanji untuk tidak dapat menunjukinya kembali ke jalan yang lurus secara langsung atau melalui manusia yang lain, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 25:43, Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?

Surat 45:23, Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Mengapa ada manusia yang berpenyakit jiwa seperti itu? Dimana akar permasalahannya? Bagaimana cara mengatasinya?

(bersambung)

Catatan:

1.  Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.  Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: