Bangun di Malam Hari

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Ada sebuah kebiasaan hidup setiap hari yang diajarkan Allah melalui al Quran kepada diri kita yaitu bangun di malam hari. Malam hari ini merupakan waktu-waktu yang disediakan Allah bagi manusia yang ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Kebiasaan ini sangat sulit dilakukan pada awalnya, namun namanya juga kebiasaan, jika sudah terbiasa, bangun malam bukanlah menjadi suatu yang berat dan tidak menimbulkan kantuk di siang harinya.

Banyak manusia yang ketika bangun malam kemudian melakukan sembahyang tahajjud dan sholat-sholat yang lain, padahal selain sembahyang, Allah mengajarkan kita bangun malam untuk berkontemplasi dan berkomunikasi dengan Tuhan melalui ayat-ayatnya sehingga ayat-ayat al Quran itu kemudian menjadi petunjuk untuk hidup kita, sebagaimana disebutkan dalam Surat 73:1-11, Hai orang yang berselimut, bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah ajaran Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Dia-lah) Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

Cara Allah berkomunikasi dengan setiap manusia adalah melalui tiga macam cara, yaitu melalui al Quran, bisikan di jiwa dan mengutus seorang utusan sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:51, Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Bangun malam adalah salah satu cara kita untuk dapat berkomunikasi dengan Allah melalui wahyu-Nya dan bisikan di jiwa sehingga al Quran itu akan menjadi petunjuk yang jelas dan terang benderang.

Dahulu saya termasuk yang tidak sepenuhnya percaya bahwa ketika kita telah menempuh persyaratan yang disebutkan Allah dalam al Quran, maka kita dapat berkomunikasi dua arah dengan Tuhan melalui ayat-ayatnya dengan sistem tanya jawab di dalam jiwa, namun itu ada pengalaman yang nyata dan tidak hanya saya alami, tetapi juga dialami oleh teman-teman yang serius melaksanakan persyaratannya dalam al Quran.

Bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan Allah?

Pertama, sebelum tidur, niatkan untuk bangun di malam hari untuk meraih petunjuk dari Allah melalui ayat-ayat al Quran. Percaya atau tidak, nanti seperti ada jam weker yang membangunkan kita di malam hari kalau ada niat untuk bangun sebelumnya.

Kedua, ketika bangun tidur, niatkan untuk berdialog melalui al Quran dan tanyakan kepada Allah, ayat-ayat yang mana yang harus saya pelajari dan menjawab pertanyaan hidup saya selama ini sambil berdoa sebagaimana disebutkan dalam Surat 20:114, Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

Ketiga, ketika kita sudah memenuhi persyaratan dari Allah (coba dilihat kembali bahasan dalam email sebelumnya dengan judul “Meraih Cahaya Allah” dan “Tata Krama Membaca al Quran”), maka Allah akan menunjukkan melalui bisikan di dalam jiwa tentang ayat yang harus dibaca sebagai petunjuk dan ketika kita masih tidak jelas dengan keterangan ayat tersebut, Allah melalui bisikan di jiwa akan menunjukkan ayat-ayat yang lain yang menjelaskan ayat-ayat sebelumnya, karena al Quran berisi tentang petunjuk dan penjelasan atas petunjuk tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:185, (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Allah hanya berkomunikasi dengan manusia melalui ketiga jalur tersebut diatas, maka petunjuk Allah adalah melalui ayat al Quran dan penjelasan petunjuk tersebut juga melalui ayat al Quran, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 15:1, Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.

Surat 27:1, Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan,

Keempat, kemudian yang terjadi adalah komunikasi dua arah dalam bentuk ayat dijelaskan dengan ayat, dimana ayat sebagai petunjuk itu dibisikkan ke dalam jiwa oleh Allah dan ayat yang menjelaskan juga diturunkan Allah jika kita bertanya lebih lanjut. Alur penjelasan tersebut bagaikan sebuah alur modul yang yang urut-urutannya dijelaskan secara tartil atau berurutan, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 74:4, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan tartil.

Surat 25:32, Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).

Membaca al Quran secara tartil seringkali disalah artikan sebagai dengan tajwid yang benar, padahal yang dimaksud dengan tartil adalah secara urutan yang benar, tidak meloncat-loncat. Urutan yang benar bukan berarti dari alif laam miim hingga an-nas, karena al Quran tidak diurutkan sesuai dengan urutan ayat, sebagaimana disebutkan dalam Surat 41:42, Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Membaca al Quran sebaiknya diletakkan dalam konsep berdialog dengan Allah melalui ayat-ayatnya, dimana Allah-lah yang akan meletakkan ayat-ayat tersebut untuk menjelaskan suatu topik yang kita tanyakan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 16:101, Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja.” Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.   

Allah lah yang akan memimpin dialog ini melalui rangkaian ayat-ayat, sehingga kita akan mendapatkan penjelasan yang diridhoi-Nya atas suatu topik tertentu, sebagaimana disebutkan dalam Surat 24:46, Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

Jika kita benar-benar dituntun Allah di dalam membaca al Quran, maka urutan dari rangkaian ayat-ayat tersebut pastilah tersusun secara rapi dan terperinci atau tartil, tidak mungkin meloncat-loncat dan membingungkan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 11:1,Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.

Karena kita mengharapkan untuk dituntun Allah ketika mendapatkan penjelasan al Quran, maka membaca al Quran jangan cepat-cepat dan tergesa-gesa dan jangan pula tergesa-gesa menarik kesimpulan atau asumsi, karena penjelasan itu akan diturunkan Allah sendiri melalui ayat yang lain, sebagaimana disebutkan dalam Surat75:16-19, Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

Ketika rangkaian ayat demi ayat tersebut disusun Allah dengan rapi dan terperinci, barulah kita mengalami bahwa al Quran itu penjelasan yang sempurna, sebagaimana disebutkan dalam Surat 14:52, (Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.

Rangkaian ayat demi ayat sebagai suatu penjelasan yang sempurna tersebut adalah menjelaskan topik tertentu, sehingga penjelasan al Quran adalah bagian-demi-bagian, sebagaimana disebutkan dalam Surat 17:106, Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

Bagian-demi-bagian ini bisa kita dapatkan dalam satu malam atau beberapa malam tergantung dari sejauh mana kita memenuhi persyaratan dari Allah. Terkadang kita juga perlu bersabar karena mungkin penjelasan itu akan kita dapatkan malahan dari peristiwa hidup sehari-hari atau yang disebut sebagai “asbabun nuzul” atau sebab-sebab turunnya ayat. Jika kita diperjalankan Allah untuk mengalami sendiri ayat-ayat yang sedang kita pelajari, biasanya kita tidak akan lupa, sebagaimana disebutkan dalam Surat 87:6, Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa.

Rangkaian ayat-ayat yang tersusun secara rapi dan terperinci ini kemudian dikumpulkan Allah di dalam sudur kita, sebagaimana disebutkan dalam Surat 75:16-19, Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

Setelah kita mendapatkan rangkaian ayat-ayat yang menjelaskan bagian-bagian atau topik-topik tertentu, maka kita perlu menjelaskan dan mensyiarkannya kepada manusia yang lain karena menyembunyikan ayat tersebut adalah tindakan yang tidak diridhoi Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 28:87, Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Namun terkadang modul yang kita dapatkan adalah modul yang sangat berat dicerna sehingga kita harus pandai-pandai memilih dan memilah penjelasan modul tersebut sesuai dengan tingkatan manusia dalam menerima al Quran.
Jika kita dapat melalui malam-malam dimana sebagian besar manusia sedang tidur dengan berkomunikasi seperti ini, maka setiap hari merupakan hari yang bermakna dan mengasyikkan karena setiap hari kita selalu berkomunikasi.

Mungkin banyak yang tidak percaya dengan apa yang saya kemukakan diatas. Jangan khawatir!

Saya dahulu juga tidak percaya, namun antara lain email yang hadir di dalam mailing list ini merupakan pengalaman yang terbukti saya alami sendiri.

Silahkan mencoba!

Catatan:

  1. Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber k ebenaran.
  2. Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: