Nazar, Infaq, Zakat dan Sedekah (Bag. 1)

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Dalam beberapa pembahasan mengenai al Quran, masih banyak ternyata di antara kita yang belum dapat membedakan antara konsep nazar, infaq, sedekah dan zakat. Dalam kesempatan ini marilah kita membahas perbedaan di antara istilah tersebut dan aplikasinya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Banyak dari kita yang dipengaruhi konsep ulama Fiqh yang membedakan antara infaq, sedekah dan zakat dari tingkat wajib pelaksanaannya. Dianggapnya yang wajib adalah zakat, sementara nazar, infaq dan sedekah adalah sunnah yang artinya kalau tidak dikerjakan tidaklah mengapa. Akibat pandangan seperti ini, maka kalau kita perhatikan dalam al Quran terjemahan, terdapat beberapa kalimat shodaqoh atau sedekah kemudian diterjemahkan secara kurang tepat menjadi zakat, karena dianggapnya shodaqoh itu sunnah sementara zakat itu wajib.

Penterjemahan yang kurang tepat itu antara lain terdapat dalam Surat 9:103, Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakatitu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kalau kita melihat di hampir semua al Quran terjemahan, kalimat shodaqotin di dalam Surat 9:103 diterjemahkan oleh ahli tafsir sebagai zakat karena anggapan bahwa zakat itu wajib, sementara shodaqoh itu sunnah.

Marilah kita perhatikan ayat yang lain dalam Surat 9:60, Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Lagi-lagi kata asli shodaqotin di dalam bahasa Arab diterjemahkan sebagai zakat, karena para ahli tafsir terpengaruh oleh ulama fiqh yang menyatakan zakat itu wajib sementara shodaqoh itu sunnah.

Perubahan atas tafsir ini disebabkan oleh kekurang pahaman untuk membedakan apa itu zakat dan apa itu shadaqoh.

Di dalam al Quran nazar, infaq, shodaqoh dan zakat itu adalah suatu kesatuan proses yang tidak terpisahkan satu sama lain dan keseluruhannya ada kewajiban yang ditetapkan Allah dalam al Quran, tidak ada yang bersifat sunnah.

Secara definisi nazar berarti janji yang kita ucapkan kepada Allah atas rezeki yang akan kita dapatkan atau sudah direncanakan. Misalnya, jika bulan depan saya akan mendapatkan pembayaran dari suatu pekerjaan yang belum masuk ke rekening saya, maka ketika saya berjanji untuk melaksanakan 20% dari pembayaran tersebut sebagai hak orang miskin dan anak yatim, maka janji tersebut disebut sebagai NAZAR.

Setelah ber-nazar, ketika bulan berganti dan pembayaran tersebut telah saya terima di rekening saya, kemudian saya melakukan pemisahan rekening dimana 80% saya masukkan ke rekening yang menjadi hak saya dan 20% saya pisahkan ke dalam rekening hak orang miskin, maka kegiatan persiapan atau pemisahan rezeki tersebut dinamakan INFAQ.

Setelah saya memisahkan dana pembayaran tersebut ke rekening untuk orang miskin, maka saya kemudian mendatangi orang-orang miskin yang merupakan kerabat atau tetangga dekat dan jauh dan memberikan hak mereka setiap hari, maka kegiatan menyalurkan hak rezeki mereka ini disebut sebagai SHODAQOH.

Hasil dari keseluruhan proses NAZAR, INFAQ dan SHODAQOH ini adalah kebersihan dan kesucian jiwa dari sifat kemusyrikan secara kepemilikan. Musyrik secara kepemilikan adalah sifat dan tindakan yang menganggap semua rezeki yang saya dapatkan itu milik saya sendiri sehingga saya enggan melaksanakan hak orang miskin di harta saya. Jika saya telah melakukan keseluruhan proses NAZAR, INFAQ dan SHODAQOH tersebut selama Allah memberikan rezeki kepada saya yang berarti setiap hari, maka hasilnya adalah JIWA YANG SUCI dari kemusyrikan atau disebut sebagai ZAKAT.
(bersambung)

Catatan:

  1. Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber k ebenaran.
  2. Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: