Nuzulul Quran

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Beberapa hari yang lalu bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, juga diperingati Nuzulul Quran yaitu malam turunnya al Quran yang pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan. Momen ini diperingati oleh umat Islam sebangsa dan bahkan sedunia, tetapi mungkin sebagian besar tidak memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Nuzulul Quran itu adalah peristiwa turunnya al Quran dan bagi sebagian besar manusia, ini adalah peristiwa sejarah karena wahyu al Quran hanyalah diturunkan sekali saja kepada Nabi Muhammad SAW yang dengan ayat yang pertama yaitu Iqra’ atau perintah membaca.

Terdapat minimal dua kekeliruan dalam konsep tentang Nuzulul Quran ini dalam hubungannya dengan ketika kita membaca al Quran.

Pertama, menyangka bahwa peristiwa yang disebutkan dalam al Quran adalah cerita sejarah yang tidak berulang. Al Quran bukanlah suatu peristiwa sejarah yang tidak berulang kejadiannya. Cerita di dalam al Quran adalah kisah nyata yang terus berulang sesuai dengan perkembangan jaman, sebagaimana disebutkan dalam Surat 12:111, Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Kisah-kisah di dalam al Quran merupakan suatu perumpamaan atau amtsal yang akan terus berulang dan sarat dengan pelajaran hidup dan bukan seperti membaca cerita sejarah masa lampau, sebagaimana disebutkan dalam Surat 24:34, Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penerangan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

Kedua, menyangka bahwa al Quran hanyalah diturunkan sekali saja kepada Nabi Muhammad SAW padahal Al Quran adalah suatu ayat yang terus menerus akan diturunkan kepahamannya oleh Allah kepada manusia sampai akhirul jaman. Menyangka bahwa ayat-ayat yang ada di dalam al Quran hanyalah ditujukan untuk Nabi Muhammad SAW dan bukan kepada saya sebagaia pembaca al Quran sehingga semuanya menjadi ayat-ayat sejarah yang tidak memberikan dampak apapun bagi saya.

Memang benar bahwa tidak akan pernah turun lagi wahyu yang baru kepada manusia sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:3,Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Memang benar bahwa tidak pernah akan ada lagi Nabi yang baru setelah Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 33:40, Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Namun wahyu Allah yang telah diturunkan kepada para Nabi dan Nabi Muhammad sebagai penutup para Nabi akan terus diturunkan kepada manusia yang memenuhi persyaratan Allah sampai akhirul jaman dan tidak hanya berhenti kepada Nabi Muhammad saja, sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:51, Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Manusia yang membaca al Quran dan dikehendaki Allah untuk mendapatkan kepahaman sesuai dengan kepahaman yang diridhoi Allah adalah ketika mendapatkan wahyu Allah yang pernah diturunkan kepada para Nabi sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 29:45, Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Malahan perintah Allah bukan hanya membaca apa yang telah diwahyukan Allah kepada kita tetapi juga membacakan kepada manusia lain apa yang telah diwahyukan Allah kepada kita berupa kepahaman atas al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 18:27, Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya.

Allah akan terus menjaga al Quran tersebut melalui manusia-manusia yang dikehendakiNya untuk kemudian mewarisi ajaran Allah di muka bumi ini, sebagaimana disebutkan dalam Surat 15:9, Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. dan Surat 35:32, Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.

Oleh karena itu, peristiwa Nuzulul Quran bukanlah peristiwa sejarah, anda dan saya dapat mengalami peristiwa itu juga di dalam hidup ini asalkan memenuhi persyaratannya sehingga dikehendaki Allah.

Marilah kita membahas tentang persyaratannya dan bagaimana menjadi manusia yang mendapatkan Nuzulul Quran pada pembahasan selanjutnya.

Catatan:

1.  Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.  Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: