Jaman Edan

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56
Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Saat saya menonton pertunjukan seni “Matah Ati” beberapa waktu yang lalu,
terdapat sebuah percakapan yang menarik dimana mungkin seluruh orang Jawa telah
sangat mengenalnya, ” Jaman iki jaman edan, nek ora edan ora komanan, nanging
luwih becik wong sing eling lan waspodo” atau kira-kira maknanya “Inilah
jaman kegilaan, kalau tidak gila tidak kebagian, tetapi lebih baik orang yang
selalu takwa dan waspada”.

Ada suatu suatu pameo yang dahulu pernah diajarkan oleh ayah saya, “Wong bodoh
iku kalah karo wong pinter, wong pinter iku kalah karo wong nekat, wong nekat
iku kalah karo wong edan” atau kira-kira maknanya, “orang bodoh kalahnya
dengan orang pinter, orang pinter kalahnya dengan orang nekat, orang nekat
kalahnya dengan orang gila”.

Ada lagi cerita, alkisah di sebuah negeri, tersebutlah dua orang yang sedang
bercakap-cakap di tepi sawah. Ketika sedang bercakap-cakap tersebut, keduanya
mendengar pembicaraan para malaikat di langit yang mengatakan bahwa 60 hari dari
hari ini, siapa saja yang minum air dari sumur di tanah, akan langsung dikutuk
Tuhan menjadi orang gila. Karena ketakutan mereka berdua dikutuk Tuhan menjadi
gila, maka mereka berdua keesokan harinya sampai dengan hari keenam puluh,
menimba air dari tanah untuk kemudian disembunyikan di dalam gua, agar tidak
diketahui orang lain. Mereka berdua juga berdiskusi dan bersepakat untuk tidak
memberitahukan rahasia ini kepada manusia lain, karena takut dianggap gila dan
mengada-ada saja. Siapa yang akan percaya dengan peringatan semacam ini!

Akhirnya ketika tiba hari keenam puluh, pembicaraan para malaikat itu menjadi
kenyataan. Semua orang yang pada hari itu minum air dari tanah, langsung
mendadak gila. Semua orang, termasuk anak dan istri kedua orang tadi berubah
menjadi gila. Kedua orang tersebut terselamatkan dan mulai meminum persediaan
air mereka di gua. Namun mereka juga sangat tersiksa menjadi dua orang normal di
tengah seluruh orang gila. Terkadang mereka berpikir, sebenarnya siapa yang
gila, apakah mereka berdua atau orang-orang lain karena dimana-mana mereka
menemui kelakuan orang gila. Dimana-mana, orang-orang bicara ngawur dan tidak
pakai baju.

Saking pusing dan tersiksanya, akhirnya salah seorang dari kedua orang tersebut
tidak kuat lagi. Tanpa memberitahukan kepada temannya yang lain, dia kemudian
memutuskan meminum air dari tanah dan berubah menjadi gila. Temannya yang
menemui sahabat satu-satunya di dunia yang normal, sangatlah sedih. Ternyata dia
telah menjadi satu-satunya manusia yang normal di bumi yang dianggap seluruh
manusia lainnya tidak normal dan gila. Sangatlah sulit ternyata menjadi manusia
normal di tengah sekumpulan orang gila.

Cerita diatas bukanlah cerita hikayat isapan jempol belaka. Cerita diatas
sebenarnya menggambarkan kondisi yang nyata menjadi manusia yang menjalankan al
Quran dengan murni dan konsekuen. Siap-siaplah menjadi manusia yang sedikit dan
terkadang dianggap kurang normal. Namun ke”normalan” manusia tidaklah
ditentukan oleh kebanyakan manusia lain, kenormalan manusia ditentukan oleh
ukuran Allah melalui al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 68:1-4, Nun,
demi kalam dan apa yang mereka tulis, berkat nikmat Tuhanmu kamu sekali-kali
bukan orang gila. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti agung. Maka
kelak kamu akan melihatdan mereka (orang-orang kafir)pun akan melihat siapa di
antara kamu yang gila. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Paling Mengetahui
siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dia-lah Yang Paling Mengetahui orang-orang
yang mendapat petunjuk. Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan
(ayat-ayat) Allah.

Menjadi manusia yang murni dan konsekuen menjalankan aturan Allah pastilah
menjadi manusia yang sedikit, bukan yang banyak. Memahami al Quran dengan cara
yang diridhoi Allah, pastilah menjadi manusia yang sedikit dan bukan yang
banyak.

Jadi kalau kita kemudian setiap hari bersedekah dan menolong orang miskin,
dianggap aneh oleh orang lain, ingat saja cerita dan ayat ini.

Jadi kalau kemudian orang lain berbuat tidak baik dan kita membalasnya dengan
lebih baik da dianggap aneh oleh orang lain, ingat saja cerita dan ayat ini.

Jadi kalau kemudian kita mensyiarkan ayat-ayat Allah untuk memberantas
kemusyrikan dan kemudian dianggap aneh oleh orang lain atau bahkan dilecehkan
orang lain, ingat saja cerita dan ayat ini, karena memang manusia yang diridhoi
Allah adalah golongan manusia yang sedikit, sebagaimana disebutkan dalam Surat
7:179, Dan sesungguhnya Kami jadikan isi neraka jahannam kebanyakan dari jin dan
manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami
(ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi)
tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti
binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai.

Jadi kalau kemudian kita hidup untuk mengabdi kepada Allah dan kemudian merasa
sendirian atau sangat sedikit, janganlah khawatir, karena itu memang sudah
menjadi ketetapan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:207, Dan diantara
manusia ada orang yang mengorbankan nafsunya karena mencari keridhaan Allah; dan
Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Karena jamannya adalah jaman edan, nek ora edan ora komanan, nanging luwih becik
wong sing takwo lan waspodo.

Catatan:
1. Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat
ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.
2. Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon
ditambahkan untuk kesempurnaan.

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: