Tawassul

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Beberapa bulan yang lalu saya mengunjungi makam kakek buyut saya di Jawa Tengah yang dianggap ”orang berilmu” sehingga sampai sekarang makamnya masih dikunjungi peziarah dari pelbagai daerah. Bahkan pada hari tertentu, apalagi pada saat ulang tahun peringatan atau disebut ”haul”, orang yang datang bisa berjumlah ribuan.

Motivasi orang-orang tersebut berziarah ke makan tersebut bermacam-macam. Ada yang hanya sekedar mengunjungi, tetapi kebanyakan ingin melakukan tawassul atau memohon kepada Allah dengan perantaraan almarhum. Tersohornya tempat ini antara lain juga karena beberapa ”kisah sukses” dimana banyak orang yang bisnisnya menjadi maju setelah secara rutin bertawassul ke almarhum.

Tradisi bertawassul ini tidak hanya kepada makam kakek buyut saya, tetapi menyebar ke seluruh makam para wali, makam ulama, bahkan makam Gud Dur di Jombang juga menjadi tempat berziarah yang tidak sedikit dari mereka memiliki doa yang ingin disampaikan kepada Allah dengan perantaraan almarhum.

Tawassul ini tidak hanya dengan menggunakan ”broker” orang mati, tetapi juga orang hidup. Banyak sekali tamu-tamu para ulama yang meminta sesuatu dengan perantaraan mereka. Terkadang karena adanya pembiasaan dan pembiaran, mereka seolah-olah bertindak sebagai broker-broker Allah di bumi ini. Bahkan dalam suatu aliran agama, terdapat konsep pengakuan dosa dimana dosa itu akan diampuni dengan perantaraan orang-orang suci.

Inilah salah satu unsur dari sifat musyrik figur, dimana kita sedang menuhankan oknum-oknum manusia dengan memohon kepada Allah dengan perantaraan mereka, sebagaimana disebutkan dalam Surat 39:2-3, Kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

Di dalam al Quran, Allah mengajarkan kita untuk menjauhkan diri dari sifat musyrik. Di dalam al Quran, tidak diperbolehkan kita untuk menyembah atau menuhankan manusia yang lain. Tindakan bertawassul adalah salah satu bentuk sikap menuhankan manusia lain.

Allah mengajarkan kita bahwa Dia adalah dekat dan memohon kepada-Nya adalah langsung tanpa perantara, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:186, Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Perintah untuk memohon secara langsung ini juga merupakan perintah yang sangat jelas karena memohon kepada Allah adalah salah satu bentuk pengakuan dan penghambaan kita kepada Tuhan, bukan kepada manusia yang lain, sebagaimana disebutkan dalam Surat 40:60, Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

Permohonan yang diajukan melalui perantara manusia lain, baik yang masih hidup atau sudah almarhum, akan secara tidak sadar menggeser asumsi bahwa Allah itu jauh dan saya tidak mungkin berdekatan dengan Allah, sehingga perlu perantara orang yang kita anggap lebih suci untuk memohon kepada-Nya.

Lebih lanjut, jika kita memohon melalui perantaraan manusia, pada dasarnya seperti kita memohon kepada dua minimal dua pihak, yaitu manusia tersebut dan Allah, sehingga secara tidak sadar kita mengganggap ada dua Tuhan di dunia ini. Marilah kita perhatikan Surat 5:72-75 Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Jika Allah itu dekat dan kita diperintahkan untuk memohon secara langsung, menjadi pertanyaan, apakah Allah itu dekat kepada setiap manusia? Jika Allah dekat kepada setiap manusia tanpa melihat perbuatan dan akhlaknya, maka dimana letak keadilan Allah?

Allah tidak dekat kepada semua manusia, oleh karena itu Allah memerintahkan kita untuk mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah sehingga doa kita pasti terkabul, sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:35, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.

Allah memerintahkan kita untuk berjihad atau bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah dengan cara tidak musyrik, termasuk musyrik figur, dan selalu berbuat kebajikan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 29:69, Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Kebajikan di mata Allah adalah dengan menafkahkan harta di waktu lapang dan sempit, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:92, Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Oleh karena itu, cara mendekatkan diri kepada Allah adalah dengan berbuat kebajikan dengan selalu tidak musyrik dan bersedekah, sebagaimana disebutkan dalam                      Surat 9:99, Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Manusia bahkan diberikan peluang untuk bertemu dengan Allah sebelum mati dengan menggunakan cara tidak musyrik dan selalu berbuat kebajikan dengan bersedekah, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 18:110, Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”

Surat 84:6, Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

Kesimpulannya, jika ingin doa kita dikabulkan Allah, maka langkah pertama adalah tinggalkanlah tawassul, dekatkanlah diri kita menuju kepada Allah dengan tidak musyrik dan selalu bersedekah. Pada titik dimana kita telah mencapai hal itu, maka doa kita akan dikabulkan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:26, dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.

Bahkan jika kita mendaki terus menerus dengan konsisten tidak musyrik dan selalu berbuat baik, ucapan kita pada suatu hari nanti akan menjadi ucapan Allah yang akan terjadi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 51:23, Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

Catatan:

1.  Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.  Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: