Membuka Kunci-Kunci Perbendaharaan Allah

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau (Surat 28:56).

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Seringkali kita melihat betapa banyaknya manusia yang bekerja, namun ternyata apa yang didapatkannya tidak sebanding dengan upaya yang telah diberikannya. Mereka bekerja keras tetapi tidak mendapatkan hasil yang setimpal. Sebaliknya, ada manusia yang dicap selalu beruntung atau hoki, apapun yang dia kerjakan mendapatkan hasil yang maksimal.

Di dalam al Quran, kita perlu mengetahui tata cara Allah memberikan rezeki kepada manusia. Rezeki yang akan kita bahas kali ini adalah rezeki dalam bentuk harta atau disebut dalam al Quran sebagai perbendaharaan.

Rezeki sepenuhnya milik Allah dan akan disalurkan kepada manusia sesuai dengan kehendak Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:12, Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Pernyataan bahwa Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki menurut kehendak-Nya janganlah disalah artikan bahwa rezeki itu diatur sesuka-suka Allah, bahwa rezeki itu diatur secara acak atau bahwa rezeki itu telah ditentukan bahwa sebelum kita lahir atau sebelum kita melakukan sesuatu pekerjaan. Segala sesuatu di dalam al Quran yang mengandung kata-kata “siapa yang dikehendaki-Nya” atau “ may yasa’ ” itu berarti bahwa pasti dikehendaki bagi manusia yang berkehendak dan paham kehendak Allah untuk menghendaki, sebagaimana disebutkan dalam Surat 35:15, Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.

Jika setiap manusia ditanya, apakah ingin dilapangkan atau disempitkan rezekinya, pastilah manusia yang normal akan menjawab ingin dilapangkan. Tidak ada manusia yang normal yang menginginkan rezekinya sempit, karena rezeki adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan. Namun permasalahannya, tidak semua manusia memahami bagaimana membuka pintu-pintu rezeki versi Allah.

Dewasa ini banyak sekali beredar buku tentang bagaimana membuka pintu-pintu rezeki yang demi mendapatkan perhatiannya, dibuat judul-judul heboh seperti membuka pintu rezeki dengan jaminan uang kembali dan sebagainya. Menjadi pertanyaan, apakah ada pembeli buku yang kemudian complaint kepada pengarang buku karena tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Selalu ada beribu alasan yang dapat dikemukakan oleh penulis, kenapa seorang pembeli gagal, namun jika ada yang berhasil akan dijadikan testimonial di sampul belakang buku tersebut. Buku-buku seperti ini mungkin berlaku dan berhasil untuk penulis, namun pasti tidak untuk semua manusia.

Melihat berbagai fenomena manusia yang ingin sukses mendapatkan perbendaharaan Allah maka ijinkanlah saya untuk mengacu kepada referensi al Quran untuk membuka pintu-pintu rezeki.

Pertama, perlu kita sadari bahwa seluruh perbendaharaan langit dan bumi adalah milik Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat6:50, Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanah:”Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkannya?

Kedua, kunci-kunci untuk membuka rezeki perbendaharaan langit dan bumi juga ada di sisi Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 39:63, Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.

Ketiga, perbendaharaan Allah yang terdapat di langit dan di bumi adalah sesuatu hal yang ghaib atau belum diketahui manusia sampai turunnya rezeki tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:59, Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun gugur pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

Keempat, meskipun ghaib, namun manusia yang diridhoi Allah akan diberikan tanda-tanda rezeki yang harus kita perhatikan di sekitar kita, bagi sebagian besar manusia ini disebut sebagai jiwa kewirausahaan atau memiliki sense of business. Kepandaian menagkap peluang usaha yang lewat berseliweran setiap hari di hadapan kita ini adalah tanda-tanda rezeki yang akan bermanfaat bagi turunnya rezeki, hanya bagi manusia yang memperhatikan.

Manusia yang menyadari bahwa kunci-kunci rezeki berada di sisi Allah, maka dia akan berusaha bertanya kepada pemilik perbendaharaan tersebut tentang apa yang harus diperbuatnya dalam membuka kunci-kunci tersebut. Namun proses dialog ini harus diawali dengan suatu proses mensucikan jiwa dari kemusyrikan, terutama dalam hal kepemilikan dengan cara bersedekah, karena manusia yang musyrik tidak akan dijawab atau diajak dialog oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 25:77,  Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): “Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu).

Oleh karena itu dialog untuk membuka kunci-kunci perbendaharaan Allah harus diawali dengan proses taubat dan mensucikan jiwa dari kemusyrikan, sehingga pada akhirnya akan diberikan tanda-tanda rezeki yang dengan mudah kita dapat menjemputnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 51:17-23, Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

Ketujuh, salah satu kunci Allah dalam memberikan harta adalah harta harus mengalir, tidak boleh berhenti. Harta haruslah memberikan manfaat atau seringkali disebut sebagai multiplier effect kepada sebesar-besarnya umat manusia. Harta juga harus memberikan dampak membantu orang yang lebih miskin atau seringkali disebut sebagai trickle down effect.

Hanya dengan multiplier effect inilah Allah melapangkan harta seseorang karena harta tidak boleh ditahan-tahan dan memberikan kenikmatan hanya kepada sedikit orang, sebagaimana disebutkan dalam Surat 17:100, Katakanlah: ”Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.

Hanya dengan trickle down effect inilah Allah melapangkan harta seseorang karena harta tidak boleh hanya beredar pada orang-orang kaya saja yang malahan menghisab hajat hidup orang miskin, sebagaimana disebutkan dalam Surat 59:7, Apa saja harta rampasan (fa’i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk RAsul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Melalui pengaliran inilah Allah kemudian akan membuka kunci-kunci perbendaharaan-Nya kepada manusia yang diridhoi karena telah melaksanakan kehendak Allah di dalam al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 65:7, Hendaklah orang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Dan kelak Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Mungkin terbersit di benak kita, mengapa hampir seluruh manusia yang kaya di bumi ini adalah pengusaha? Pengusaha adalah manusia yang dapat membaca tanda-tanda rezeki dan membuka kunci-kunci rezeki Allah yang ciri-cirinya adalah tidak menahan perbendaharaan itu, baik itu yang dimilikinya sendiri atau yang dimiliki orang lain, dengan memutarnya menjadi usaha yang menghasilkan rezeki. Pengusaha umumnya lebih suka memutar uangnya ketimbang mandek di tabungan atau deposito.

Mungkin terbersit lagi, bagaimana dengan pengusaha dan orang kaya yang musyrik? Mengapa meskipun musyrik, Allah memberikan kunci-kunci perbendaharan rezeki kepada mereka?

Marilah kita simak nasehat Allah kepada Karun, seorang yang sangat kaya raya, yang terdokumentasi di dalam Surat 28:76-84,Sesungguhnya Karun adalah termasuk kaum Musa , maka ia berlaku aniaya terhadap mereka dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: “Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.” Dan carilah apa yang telah dianugerahkan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Karun berkata:”Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku.” Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasannya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “ Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar.” Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu:”Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahal Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berima dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahal itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar. Maka Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata:”Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambanya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat) Allah. Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

 

Catatan:

1.      Angka diatas berarti referensi ayat dalam al Quran, 28:56 berarti Surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.      Mohon dicek kalau ada kesalahan dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

 

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: