Membuka Pintu Gerbang Indonesia Emas

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Meskipun pemberantasan korupsi sedang gencar-gencarnya dilaksanakan di Indonesia, namun sepertinya perilaku koruptif ini sudah menjadi sistem yang sulit untuk dirubah. Kali ini giliran mafia anggaran di DPR yang tengah diperiksa dan melihat alur sistem korupsi anggaran yang dilakukan, korupsi ini sudah menjadi suatu sistem yang mengakar mulai dari calo, kepala daerah, mafia anggaran di DPR, pemerintah pusat hingga sampai kepada oknum penegak hukum. Korupsi anggaran yang kasusnya terbuka dan telah berlangsung sejak lama memang memberikan angka yang mencengangkan, dari yang paling sopan sekitar 20% hingga sampai 60%, yang jika dilihat dari efektifitas dan efisiensi pelaksanaan “sisa anggaran” yang disalurkan, nilai korupsinya akan lebih besar lagi.

Namun jika kita berbicara dengan orang-orang yang berada dalam lingkaran koruptif ini, mereka seperti orang yang sedang mabuk yang malahan bicara tentang kebenaran dan kesucian.

Perampokan negara oleh oknum ini telah disebutkan oleh Allah di dalam al Quran dalam Surat 6:123, Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.

Keseluruhan sistem yang koruptif yang melibatkan oknum penegak hukum juga telah disebutkan dalam al Quran dalam Surat 2:188,Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.

Sistem yang koruptif ini mengakibatkan banyaknya manusia yang mendapatkan penghasilan yang luar biasa tanpa membayar pajak. Sistem yang koruptif ini mengakibatkan banyak di antara kita yang hidup dengan kemewahan dan bersikap kikir yang amat dibenci Allah, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 43:23-25, Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.” (Rasul itu) berkata: “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” Maka Kami binasakan mereka maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.

Surat 34:34-39, Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya.” Dan mereka berkata: “Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak- anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga). Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

Jika keseluruhan sistem sudah koruptif, lalu perubahan harus dimulai dari mana? Ada suatu idiom yang mengatakan sistem yang sudah terlalu korup dari hulu hingga ke hilir sulit hanya dapat dirubah oleh sistem itu sendiri. Perubahan itu tidak dapat dilakukan dari luar, tetapi harus dari dalam. Persoalannya adalah keseluruhan sistem yang koruptif ini menikmati keadaan yang ada, sehingga tidak mungkin merubahnya dari dalam.

Allah adalah Tuhan yang tidak tidur, Allah mengetahui semua yang terjadi. Namun Allah juga Tuhan yang Maha Adil. Dalam negara dengan kondisi yang systemic corruption seperti ini akan diutus terlebih dahulu orang-orang yang memberi peringatan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:124, Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah.” Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya.

Jika orang-orang di lingkaran sistem tersebut berubah, maka akan diberikan oleh Allah rezeki dari langit dan bumi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 7:96, Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Rezeki dari langit dan bumi akan diturunkan Allah, jika kita berkehendak untuk merubah sistem yang koruptif, sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:66, Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka. Diantara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka.

Namun jika tetap tidak berubah, maka Allah akan menghukum dan mengazab negeri tersebut dengan keadilan yang dimiliki-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 40:20, Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Allah akan memberikan azab yang tanpa ampun kepada negeri tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Surat 65:8-9, Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan. Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar.

Pembinasaan tersebut ada yang sifatnya “dibayar kontan” dengan memberikan bencana alam, gempa bumi, kerusuhan politik dan sebagainya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 7:4, Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.

Pembinasaan juga ada yang sifatnya “dicicil pelan-pelan” seperti dengan adanya krisis ekonomi, krisis politik, krisis pangan, krisis moral dan sebagainya sebagaimana disebutkan dalam Surat 21:44, Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjanglah umur mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi negeri (orang kafir), lalu Kami kurangi luasnya dari segala penjurunya. Maka apakah mereka yang menang?

Indonesia sudah mengalami kedua jenis pembinasaan ini yang diakibatkan oleh kelakukan kita sendiri, sebagaimana disebutkan dalam Surat 30:40, Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Indonesia telah mengalami banyak bencana alam dan krisis ekonomi berkali-kali sebagai peringatan dari Allah. Ini bukanlah sebuah ketentuan yang tanpa sebab. Ini bukanlah sebuah kebetulan.
Marilah kita akhiri azab ini dengan kembali menyembah Allah dan tidak mempersekutukannya dimulai dari lingkaran yang terkecil di dalam diri, keluarga, masyarakat sekitar dan negara dengan mengikis sifat kemusyrikan kepemilikan dengan selalu bersedekah dan berbuat baik, mengikis sifat kemusyrikan pengabdian dengan menghambakan diri kepada Allah dan bukan kepada golongan dan partai, mengikis sifat kemusyrikan aturan dengan selalu membaca, mempelajari, memahami, melaksanakan, mensyiarkan dan melestarikan al Kitab, mengikis sifat kemusyrikan perlindungan dengan menjadikan memohon perlindungan Allah dari bisikan, godaan dan kedatangan jin, iblis dan syaithan yang terkutuk sebagai gaya hidup dan mengikis sifat kemusyrikan figur dengan kembali tidak kepada ulama dan pemimpin agamanya masing-masing, tetapi dengan kembali kepada al Kitabnya masing-masing.

Ketika sifat kemusyrikan bangsa ini sudah dikikis, maka barulah kita menyambut pintu gerbang Indonesia emas yang telah banyak diprediksi oleh orang-orang terdahulu sebagai negara gemah ripah loh jinawi, bardatun toyyibatul wa rabbul ghafur, negara yang makmur, adil dan merata dan selalu mendapatkan ampunan dan ridho Allah, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 14:35, Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.  

Surat 7:96, Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

 

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: