Steve Jobs

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Kepergian Steve Jobs beberapa hari lalu akibat kanker pankreas yang telah dideritanya sejak tahun 2004 menorehkan kedukaan yang sangat mendalam bagi dunia. Peran yang telah dijalaninya sebagai pionir dalam dunia teknologi telah merubah cara pandang dan gaya hidup manusia di dunia ini dengan produk dan inovasi yang dihasilkan. Melalui perusahaan Apple dan Next yang dirintisnya setelah drop-out kuliah ketika berusia 21 tahun, Steve Jobs telah menghasilkan banyak produk dan inovasi hingga komputer yang saya pergunakan untuk menulis email ini. Melalui perusahaan animasi studio Pixar, telah dihasilkan banyak film yang membahagiakan banyak sekali anak-anak di muka bumi.

Steve Jobs dilahirkan sebagai anak yang tidak diharapkan lahir (unwanted child) dari pasangan yang tidak mampu, bahkan ayahnya tidak lulus SMA. Beliau kemudian diberikan kepada pasangan lainnya untuk dibesarkan dan dididik dengan lebih baik. Ternyata anak yatim yang tidak diharapkan lahir ini kemudian merubah dunia dan gaya hidup manusia dengan produk-produk luar biasa.

Apa yang kemudian menarik dari cerita hidup Steve Jobs dipaparkannya ketika memberikan pidato di Stanford University, salah satu Universitas terbaik di dunia.  Steve mengungkapkan bahwa terdapat tiga cerita dalam hidupnya.

Cerita pertama adalah tentang connecting the dots. Semua hal yang terjadi pada hidup kita adalah seperti titik-titik yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu garis yang bermakna. Kita tidak dapat mengetahui apa yang terjadi ke depan, namun ketika kita melihat kembali ke belakang, ternyata everything happens for a reason.

Kenyataan bahwa Steve dilahirkan sebagai anak yatim yang kemudian diadopsi oleh keluarga lain, bahwa kemudian dia drop-out kuliah dan segera memulai bisnis Apple dan sebagai, itu adalah titik-titik dalam kehidupan yang menjadi suatu alur cerita.

Jika kita melihat dalam perspektif al Quran ternyata memang titik-titik dalam kehidupan adalah merupakan ayat-ayat Allah yang nyata terjadi dalam hidup kita. Ayat-ayat Allah tidak hanya terbatas di dalam al Quran. Ayat-ayat Allah adalah juga realitas hidup yang kita alami. Jika kita mempelajari petunjuk Allah dengan metoda ayat-bil-ayat atau ayat dijelaskan dengan ayat, itu dapat berarti bahwa:

–          Ayat di dalam al Quran dijelaskan dengan ayat yang lain dalam al Quran;

–          Ayat di dalam al Quran dijelaskan dengan ayat yang terjadi dalam realitas hidup; atau

–          Ayat di dalam realitas hidup dijelaskan dengan ayat di dalam al Quran; atau

–          Ayat di dalam realitas hidup dijelaskan dengan ayat  yang terjadi dalam realitas hidup lainnya di kemudian hari

Connecting the dots atau menyambung titik-titik dalam hidup sebagaimana cerita di atas adalah menyambungkan ayat-ayat dengan keempat opsi tersebut diatas.

Al Quran bukanlah sesuatu cerita yang dibuat-buat, seluruh dan setiap ayat dalam al Quran adalah petunjuk yang nyata dan akan terjadi lagi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 12:111, Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Kebenaran al Quran pasti akan terjadi, hanya kita perlu menunggu titik-titik itu terhubung sehingga menjadi suatu alur yang akan sesuai dengan hukum sunnatullah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 38:88, Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.

Misalnya, ketika hari ini kita bekerja dengan keras dan selalu berinovasi, mungkin kita sedang menghubungkan titik-titik sehingga pada akhirnya ketika kita sukses dalam hidup ini, itu merupakan akibat dari sebuah sebab, akibat dari realitas hidup yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 37:60-61, Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang besar. Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja”

Connecting the dots mengajarkan kita untuk mulai meninggalkan titik-titik pada sebuah kertas putih sehingga nantinya akan terhubung menjadi suatu garis lurus yang merupakan garis kesuksesan dunia dan akhirat.

Cerita kedua adalah tentang love and lost. Steve sebagai pendiri Apple dan orang yang sangat mencintai pekerjaannya, pernah ditendang dari perusahaan yang didirikannya tersebut dimana berbulan-bulan setelah itu dia merasa sangat kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya dan merasa ada disorientasi dalam hidup.

Sesuatu yang kita cintai suatu saat akan lenyap, sebagaimana disebutkan dalam Surat 16:96, Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Oleh karena itu, Tuhan kita mengajarkan untuk tidak mencintai makhluk Allah termasuk pekerjaan secara berlebihan sehingga kita melupakan tujuan hidup sebenarnya untuk menyembah Allah dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 9:24, Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Namun Steve Jobs akhirnya bangkit dan mendirikan dua buah perusahaan besar NEXT dan PIXAR. Next kemudian dibeli kembali oleh Apple dan menjadikannya kembali sebagai CEO Apple yang menyelamatkan Apple dari jurang kebangkrutan dan menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di sektor teknologi.

Love and Lost mengajarkan kita untuk tidak mencintai segala sesuatu di dunia ini secara berlebihan karena suatu saat itu akan hilang. Love and Lost juga mengajarkan kita untuk tidak berputus asa atas rahmat Allah, karena segala sesuatu yang buruk menurut kita tanpa kita ketahui itu baik bagi kita, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:216, Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Cerita yang ketiga adalah mengenai kematian. Steve Jobs terdeteksi kanker dan divonis mati oleh dokter pada tahun 2004, namun jauh sebelumnya sejak berusia 17 tahun, setiap pagi ketika bangun tidur, Steve selalu melihat di kaca dan berkata kepada dirinya sendiri “Suatu saat kematian pasti akan menimpa diriku, apapun yang terjadi. Seandainya hari ini adalah hari terakhirku, maka hari ini aku akan merubah dunia dan bermanfaat kepada orang lain.” Luar biasa.

Kematian memang tidak dapat dihindari, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:78, Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad).” Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

Namun kematian dapat dipersiapkan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 59:18, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Pada dasarnya kita tidak mengetahui apakah esok hari masih ada, kita hanya dapat memberikan apa yang terbaik pada hari ini.

Don’t waste your time, don’t settle, keep looking, keep searching.

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: