May Yasya’u bukan May Yusya’u

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56 Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.  Pernah beberapa tahun yang lalu saya bermimpi. Dalam mimpi tersebut, ada seseorang yang sedang menjemur beras di halaman yang sangat luas. Kemudian orang tersebut mengambil beras untuk dipilih menjadi beras pilihan dari sekumpulan beras di halaman tersebut. Ketika sudah terkumpul satu genggam, maka tugasnya memilih beras yang baik usailah sudah. Beras pilihan itu dipilih sesuai dengan kehendak orang tersebut dimana beras-beras di halaman itu tidak dapat mempengaruhi keputusan orang tersebut dalam memilih beras yang baik.
Itulah konsep saya tentang keimanan dahulu dimana orang terpilih untuk diberikan hidayah, orang terpilih untuk diberikan keimanan, orang terpilih untuk diampuni dan orang yang terpilih untuk diridhoi Allah adalah hak prerogatif Allah untuk memilih, tiada campur tangan kita sebagai manusia. Sepertinya Allah menghendaki secara suka-suka, tanpa alasan di balik kehendak tersebut.
Konsep ini antara lain dilatar belakangi pemahaman yang salah terhadap Surat 10:99-100, Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
Konsep ini antara lain karena pemahaman saya yang diakibatkan oleh penterjemahan al Quran bahwa kata-kata may’ yasa’un selalu diterjemahkan sebagai siapa yang dikehendaki Allah sehingga posisi manusia seperti saya di dalam hal ini adalah pasif.
Konsep saya dahulu bahwa orang yang diampuni Allah adalah orang yang dikehendaki Allah, sehingga posisi saya adalah pasif adalah dilatar belakangi pemahaman yang salah atas Surat 2:284,Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya (MAY YASA’UN) dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Konsep saya dahulu bahwa Allah menyiksa siapa saja yang dikehendaki-Nya, sehingga posisi saya adalah pasif adalah dilatar belakangi pemahaman yang salah atas Surat 5:18, Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).
Konsep saya dahulu bahwa Allah menyesatkan dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya, sehingga posisi saya adalah pasif, adalah dilatar belakangi pemahaman yang salah atas:
Surat 74:31, Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN) dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN). Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Surat 6:39, Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya) (MAY YASA’UN), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (MAY YASA’UN) (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus.
Surat 16:93, Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN) dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN). Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.
Konsep saya dahulu bahwa Allah mengazab dan memberi rahmat siapa yang dikehendaki-Nya, sehingga posisi saya adalah pasif,adalah dilatar belakangi pemahaman yang salah atas Surat 29:21,Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN), dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN), dan hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan.
Konsep saya dahulu bahwa Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, sehingga posisi saya adalah pasif, adalah dilatar belakangi pemahaman yang salah atas:
Surat 34:39, Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN) di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya) (MAY YASA’UN).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

Surat 30:37, Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya (MAY YASA’UN) dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.
Dahulu saya merasakan bahwa jika semuanya sudah merupakan kehendak Allah, lalu dimana letak keadilan Allah? Pertanyaan ini terus menerus ada di benak saya.
Sampai pada suatu saat pertanyaan ini dijawab dengan memperhatikan Surat 35:15, Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Sejak membaca ayat ini, barulah saya memahami bahwa apa yang dimaksud dengan MAY YASA’UN bukanlah siapa yang dikehendaki, karena kehendak itu berasal dari manusia itu sendiri dan bukan dari Allah.
Pemahaman ini kemudian diperkuat dengan seorang teman saya yang ahli bahasa Arab yang mengatakan bahwa kata MAY YASA’UN yang seringkali dterjemahkan sebagai yang dikehendaki Allah itu tidak tepat. MAN itu berarti manusia siapa saja. YASA’UN berarti menghendaki atau kehendak yang bersifat aktif karena kalau diartikan sebagai kehendak yang bersifat pasif, maka kata-katanya seharusnya bukan YASA’UN tetapi YUSA’UN.
MAY YASA’UN itu seharusnya diterjemahkan sebagai bagi siapa yang menghendaki secara aktif bukan siapa yang dikehendaki oleh Allah secara pasif.
Oleh karena itu ampunan, petunjuk, kesesatan, azab, siksa, surga, neraka, rezeki dan sebagainya itu adalah bagi yang yang menghendaki bukan bagi siapa yang dikehendaki Allah sehingga posisi manusia disini bersifat aktif dan bukan pasif.
Kumpulan kehendak Allah agar kita pasti dikehendaki Allah berada di dalam al Quran.
Sehingga ketika kita secara aktif menghendaki untuk diberikan ampunan, rezeki dan ridho Allah dengan cara yang dikehendaki Allah, maka kehendak Allah itu pasti didapatkan, karena kehendak Allah adalah diberikan atas dasar sistem, skenario dan hukum yang pasti dan tidak suka-suka.
Luar biasa, ternyata konsep lama saya berubah menjadi sebuah konsep baru yang lebih masuk akal dan nalar. Terbukti bahwa membaca al Quran tanpa bimbingan Allah dapat tersesat dalam hal pemahaman. Terbukti bahwa pemahaman al Quran yang benar akan didapatkan oleh manusia yang mempergunakan akal sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:269, Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: