Al Quran Amanat Allah

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56  Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Akhir pekan yang lalu, saya menghadiri pelatihan untuk sahabat-sahabat yang tertarik menjadi fasilitator pemahaman al Quran di Jakarta. Lebih dari 40-an orang dari penjuru Jakarta dan luar Jakarta dengan tidak bosan dan tetap bersemangat mengikuti pelatihan tiga hari semalam suntuk. Di akhir acara, panitia melakukan uji coba para peserta untuk membawakan al Quran. Uniknya, meskipun hampir semua peserta memiliki latar belakang berbeda-beda dan umumnya tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang khusus, namun mereka bersemangat untuk kemudian menyampaikan al Quran melalui uji coba ini. Mudah-mudahan cahaya Allah semakin tersebar di Indonesia melalui sahabat-sahabat saya ini.

Ketika kemudian masuk kepada sesi berbagi pengalaman mengenai hambatan menyampaikan al Quran, umumnya mereka menjawab malu, tidak percaya diri, takut lupa ayat, takut ditanya sesuatu yang tidak bisa menjawabnya, masih ingin belajar dan alasan-alasan lainnya yang wajar bagi orang yang tidak berlatar belakang ulama atau ustad.

Menjadi pertanyaan dari saya ketika itu, apakah sahabat-sahabat saya itu lebih takut dan malu kepada manusia atau takut dan malu kepada Allah ketika tidak menyampaikan al Quran? Pertanyaan berikutnya, jika sahabat-sahabat saya tidak percaya diri dalam membawakan al Quran, apakah kita percaya diri untuk menghadap Allah ketika selama hidup tidak menyampaikan al Quran?

Al Quran adalah amanat dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:58,Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Sebagaimana sebuah amanat, maka amanat ini harus disampaikan kepada manusia lainnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:67, Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

Sebagaimana sebuah amanat, maka siapa saja yang tidak menyampaikan amanat ini kepada manusia yang lain, itulah manusia yang berkhianat kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 8:27, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Kewajiban menyampaikan amanat Allah bukanlah hanya kewajiban para Nabi dan para Rasul, namun menjadi kewajiban setiap manusia yang memahami kehendak Allah. Manusia yang tidak menyampaikan amanat Allah akan dibenci oleh Allah dan diazab Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:159, Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat mela’nati,

Manusia yang tidak menyampaikan amanat Allah berupa al Kitab merupakan manusia yang mempersekutukan Allah dan tidak akan diampuni Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 28:87, Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Allah adalah Tuhan yang tidak pernah tidur, sehingga ketika kita menyampaikan amanat-Nya, maka Allah dan para malaikat-Nya akan menjadi saksi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 72:26-28, (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.

Manusia yang memahami atas kehendak Allah yang menjadikan al Quran sebagai suatu amanat yang harus disampaikan tidak akan malu, takut dan tidak percaya diri kepada manusia yang lain bukan karena mereka tidak malu, bukan karena mereka tidak takut dan bukan karena mereka percaya diri, tetapi karena rasa malunya, rasa takutnya, rasa tidak percaya diri-Nya kepada Allah melebihi rasa malunya, rasa takutnya dan rasa tidak percaya dirinya kepada manusia yang lain.

Jangan dikira bahwa orang yang menyampaikan al Quran itu tidak demam panggung, tidak nervous, tidak terkencing-kencing pada awalnya, namun itu semua dilawan dengan rasa takutnya kepada Allah. Lebih baik terkencing-kencing di hadapan manusia daripada terbata-bata di hadapan Allah nanti.

Manusia yang rasa takut, rasa malu dan rasa tidak percaya dirinya kepada Allah melebihi kepada manusia lain, akan memegang dan menyampaikan amanat tersebut kepada manusia yang lain, sebagaimana disebutkan dalam Surat 23:8, Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya dan Surat 70:32, Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Sebagaimana sebuah amanat, maka kewajiban kita hanyalah menyampaikan amanat itu namun apakah manusia menerimanya atau tidak itu sudah bukan kewajiban kita lagi, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 24:54, Katakanlah: “Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.”

Surat 16:82, Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Surat 16:35, Dan berkatalah orang-orang musyrik: “Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya.” Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.

Rasa takut, rasa malu, rasa tidak percaya diri, rasa enggan dan rasa-rasa lainnya yang membuat kita tidak memiliki keinginan dan kemauan untuk menyampaikan amanat Allah adalah sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia yang didalamnya pasti digoda syaithan. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah kita percaya diri untuk menghadap Allah, jika dalam hidup ini tidak menyampaikan amanat-Nya kepada manusia yang lain?

Jika nanti muncul pertanyaan Allah, ”Hai Sonnie, sudahkah kamu sampaikan amanat-Ku ini kepada manusia yang lain selama hidupmu?”, lalu kira-kira bagaimana kalau jawaban saya ,”Itu sudah menjadi keinginan saya ya Allah, tapi saya takut, malu dan tidak percaya diri.”

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: