Ridho

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Kali ini saya ingin berbagi tentang suatu pertanyaan yang diajukan oleh sahabat saya ketika sedang membahas al Quran. Pertanyaannya sangat sederhana, namun jawabannya tidak.

Pertanyaan itu adalah, “Apa itu ridho Allah?”

Seringkali kita menjawab ridho Allah sebagai sesuatu yang disukai, dicintai, dirahmati, disenangi dan diinginkan Allah, namun ketika ditanya apa itu yang disukai, apa itu yang dicintai, apa itu yang disenangi dan apa itu diinginkan Allah di dalam al Quran, seringkali kita tidak mendapatkan jawaban yang jelas dan konkrit.

Secara bahasa Arab, ridho memang memiliki arti seperti yang disebutkan diatas, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:29, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (ridho) di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Di dalam al Quran, ridho juga disebut sebagai wajjah atau wajha sehingga ridho Allah seringkali disebut sebagai wajhi lillah atau wajhahu, sebagaimana disebut dalam Surat 92:20, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi (wajhi rabbihil a’la).

Sehingga manusia yang paham al Quran akan berjanji untuk menyerahkan hidupnya untuk mengabdi kepada Allah semata, tidak sebagian, sebagaimana Allah bermaksud menciptakan saya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 51:56, Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. 

Di dalam mengabdi kepada Allah, saya dituntut oleh Allah untuk menyerahkan hidup saya untuk mencari keridhaan Allah, baru kemudian saya akan diridhoi Allah sebagaimana teladan yang diberikan oleh Nabi Ibrahim, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:125, Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada (wajhahu lillah) Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

Reward dari Allah berupa pahala akan diberikan kepada manusia yang di dalam berbuat hanya mencari keridhaan Allah, sehingga manusia yang di dalam berbuat tidak berniat mencari keridhaan Allah termasuk pahala itu sendiri, maka dia tidak akan mendapatkan keridhaan Allah apalagi pahala-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:114, Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Ingat, Allah adalah Tuhan Yang Maha Pencemburu dan pahala bukanlah Allah, sehingga jika kita berbuat mencari pahala maka berarti kita berbuat tidak sedang mengabdi kepada Allah, tetapi kepada makhluk-Nya yang bernama PAHALA, maka perbuatan kita akan sia-sia.

Reward dari Allah berupa surga akan diberikan kepada manusia yang di dalam berbuat hanya mencari keridhaan Allah, sehingga manusia yang di dalam berbuat tidak berniat mencari keridhaan Allah termasuk surga itu sendiri, maka dia tidak akan mendapatkan keridhaan Allah apalagi surga-Nya, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 9:72, Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

Surat 98:8, Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Ingat, Allah adalah Tuhan Yang Maha Pencemburu dan surga bukanlah Allah, sehingga jika kita berbuat mencari surga maka berarti kita berbuat tidak sedang mengabdi kepada Allah, tetapi kepada makhluk-Nya yang bernama SURGA, maka perbuatan kita akan sia-sia.

Reward dari Allah berupa petunjuk-NYa akan diberikan kepada manusia yang sedang mencari keridhaan Allah, sehingga manusia yang di dalam berbuat tidak sedang mencari keridhaan Allah tidak akan mendapatkan petunjuk, sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:16, Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Perbuatan baik yang tidak dilandasi suatu sikap sedang mengabdi kepada Allah adalah perbuatan yang sia-sia di mata Allah karena dia tidak sedang beriman kepada Allah, sehingga sikap mengharapkan ridho Allah inilah yang membedakan apakah perbuatan kita bernilai ibadah atau pengabdian kepada Allah atau tidak.

Marilah kita perhatikan pernyataan Allah berikut ini dimana sikap tidak mempersekutukan Allah adalah dasar dari perbuatan baik yang bernilai:

Surat 4:36-37, Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Surat 2:83,  Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Surat 6:151, Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.” Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

Perbuatan yang tidak dilandasi oleh sikap dan tujuan untuk mengabdi kepada Allah dalam rangka mencari keridhoan Allah adalah perbuatan yang tidak bernilai di hadapan Allah, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 18:103-104, Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Surat 35:37, Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Surat 6:88, Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

Surat 39:65, Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Oleh karena itu, agar perbuatan baik kita bernilai di mata Allah, maka kita perlu meluruskan niat hanya mencari keridhaan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:112,(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada (wajah/ridho) Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Oleh karena itu, agar hidup kita ini bernilai di mata Allah, janganlah berniat untuk mati mendapatkan surga Allah karena surga itu juga makhluk Allah, tetapi berniatlah untuk berbuat, hidup dan mati mendapatkan ridho Allah semata, sebagaimana disebutkan dalam
Surat 6:162-163, Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.  Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”

Surat 6:79, Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Sebagai koreksi, kalimat “inii wajjahtu wajhiya” di dalam ayat di atas seharusnya diartikan sebagai “Aku hadapkan ridhoku kepada ridho Allah”, kalimat “aku cenderung kepada agama yang benar” seharusnya diartikan sebagai “aku cenderung kepada aturan Allah yang benar di dalam al Quran” yaitu aturan yang membersihkan kita dari sifat “mempersekutukan Allah” sebagaimana kemudian dijelaskan dalam Surat 39:3, Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama (aturan) yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.

Jika dilihat penjelasan-penjelasan tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa jika Allah Maha Pencemburu dan Dia paling benci untuk dipersekutukan, maka berarti Allah paling ridho jika di-Esakan, berarti:

RIDHO ALLAH = TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH

Berarti Allah meridhoi manusia yang tidak mempersekutukan Allah, Allah memberikan surga, pahala dan petunjuk bagi manusia yang diridhoi-Nya yaitu siapa saja yang sedang membersihkan diri dari sifat mempersekutukan Allah dengan makhluk-Nya.

Suatu konsep yang sederhana, masuk akal, namun tidak semudah itu menjalankannya. Namun sesuai janji Allah, jika kita berhasil masuk kepada teritori ini, maka tidak mungkin ada kekhawatiran atau rasa sedih karena kedua sifat ini didasari oleh sikap berharap sesuatu kepada selain Allah.

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: