Kesanggupan vs Kemampuan vs Keadaan (Terakhir)

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Berkaitan dengan kesanggupan, kemampuan dan keadaan ini, seorang manusia yang Qurani adalah seorang manusia yang meneladani sikap Nabi Ibrahim dalam al Quran sebagai suri tauladan yang baik, sebagaiman disebutkan dalam Surat 60:4, Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah.” (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.”

Nabi Ibrahim adalah imam bagi manusia, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:124, Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim.”

Nabi Ibrahim menjadi imam bagi manusia karena memang dia berkesanggupan atau bercita-cita untuk meraih posisi itu. Suatu cita-cita yang tinggi. Bagi banyak manusia, cita-cita ini dapat dianggap sebagai sebuah kesombongan, atau bahkan bualan, namun tidak bagi Allah karena cita-cita ini memang suatu dengan kehendak Allah yang menciptakan manusia untuk menjadi khalifah lil ardhi atau khalifah di bumi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:30, Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Allah mendengar kesanggupan Nabi Ibrahim ini, sehingga Allah kemudian memberikan kepadanya kemampuan yang sangat tinggi, dimana tidak ada manusia lain yang dapat menyamainya, atau disebut sebagai maqam Ibrahim. Maqam disini bukan berarti kuburan, namun berarti tingkatan puncak yang telah diraih Ibrahim, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:97, Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Agar dapat dijadikan pemimpin, Nabi Ibrahim membangun suatu sistem sehingga ajaran Allah menjadi mudah diikuti. Sistem ini demikian baiknya sehingga bahkan seluruh Nabi dan Rasul, termasuk diri kita, diperintahkan Allah untuk mengikuti sistem Ibrahim, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:120-123,Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Nabi Muhammad adalah manusia yang paling dekat kedudukannya dengan Nabi Ibrahim, karena Nabi Muhammad juga membangun sebuah sistem antara lain shalat lima waktu, adzan, puasa, dan sebagainya, dengan tujuan agar ajaran Allah ini terus lestari di muka bumi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:68, Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.

Nabi Ibrahim lah yang pertama kali menulis ajaran Allah dalam bentuk tulisan. Nabi sebelumnya tidak mengenal tulisan. Melalui tulisan inilah, manusia dapat membaca dan mengikuti sehingga menjadi sistem. Tulisan pada jaman Nabi Ibrahim tidak dalam bentuk kertas, karena kertas baru ditemukan pada jaman Nabi Musa atau jaman Fir’aun yang pada kala itu disebut sebagai “papyrus” atau asal kata dari paper.

Tulisan pada jaman Nabi Ibrahim diabadikan dalam bentuk batu, sehingga disebut sebagai suhuf atau kitab dalam bentuk batu, sebagaimana disebutkan dalam Surat 89:1-19, Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan yang menumbuhkan rumput-rumputan, lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman, Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi, dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat, orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya, (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka), kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup, sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat, Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi, sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal, sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

Nabi Ibrahim juga tidak lupa berdoa kepada Allah agar sistem ini terus dilestarikan melalui orang-orang sesudahnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:129, Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Inilah manusia paripurna yang menjadi kesayangan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:125,Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

Nabi Ibrahim menjadi manusia paripurna karena beliau memiliki kesanggupan menjadi imam bagi seluruh manusia, sebuah cita-cita luhur yang tidak sekedar berhenti dalam mimpi, beliau juga memiliki kemampuan yang tinggi dengan ujian yang juga berat sehingga disebut sebagai maqam Ibrahim, memiliki sistem yang mudah diikuti seluruh manusia dan tidak lupa selalu berdoa untuk mencapai kemudahan, yaitu merubah sebesar-besarnya faktor keadaan yang tidak terkendali (uncontrollable factors) menjadi faktor keadaan yang terkendali (controllable factors).

Jadi jangan dilupakan rumus kesuksesan hidup:

Rumus pertama

Kesanggupan = cita-cita = mimpi + komitmen yang kuat + kerja keras + sistem + doa

Rumus kedua

Kemampuan < Kesanggupan

Rumus Ketiga

Keadaan (maximum controllable factor) = Kemudahan

Kesanggupan + Kemampuan + Keadaan (maximum controllable factor)/Kemudahan = Kesejahteraan

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: