MARAH KEPADA ANAK, SUATU INVESTASI BURUK

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Saya kebetulan bertempat tinggal di daerah yang bersinggungan dengan
perkampungan. Anak-anak saya biasa main bola dengan anak-anak kampung. Suatu hal yang menjadi perhatian saya adalah cara orang tua mereka berkomunikasi dan mendidik anaknya. Anak-anak itu sudah terbiasa dimarahi orang tuanya. Orang tua mereka mendidik anaknya seperti halnya mereka dulu dididik orang tua mereka. Mereka mendidik dengan marah. Anak mau mandi dimarahi, mau makan dimarahi, hari-hari diiisi dengan kemarahan dan omelan, terutama dari ibu-ibu.

Bagaimana generasi yang dihasilkan oleh proses pendidikan yang penuh dengan
amarah?
Memarahi adalah suatu proses mentransfer enersi negatif kepada anak. Mendidik
anak dengan marah adalah suatu proses investasi enersi iblis yang akan kita
panen ketika anak itu dewasa. Kita mungkin tidak sadar bahwa semakin anak
dimarahi, enersi negatif dalam anak itu akan semakin besar. Anak mungkin menurut pada saat itu, tetapi dia menurut karena terpaksa, dan akan terbersit di dalam jiwa mereka, awas kalau aku sudah besar dan bisa melawan, aku akan berontak!!

Al Quran mengajarkan orang tua untuk mendidik anak menjadi generasi yang kuat, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:9 Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Kita perlu mewariskan generasi yang kuat, dimulai dari anak-anak. Kuat disini
mencakup empat aspek. Kuat dalam hal fisik, kuat dalam hal ilmu, kuat dalam hal iman (tidak musyrik) dan kuat dalam hal karakter atau akhlak.

Anak-anak perlu kita beri makan yang bergizi baik, perlu diberikan makanan ilmu pengetahuan yang setinggi-tingginya, perlu diajari mengenai mengikis kemusyrikan dalam dirinya dan orang lain (ingat musyrik kepemilikan, pengabdian, aturan, perlindungan/perilaku dan figur!), perlu diajari akhlak dan karakter yang sesuai dengan al Quran. Tujuan mendidik anak adalah agar mereka dapat menjadi generasi yang menjadi pemimpin atau imam bagi orang yang bertakwa, sebagaimana disebutkan dalam Surat 25:74, Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Menjadikan anak sebagai imam bagi orang-orang bertakwa berarti mendidik anak menjadi anak yang bertakwa terlebih dahulu, yaitu manusia yang selalu bersegera mohon ampun, bersedekah dalam kondisi lapang dan sempit, menahan amarah, memaafkan orang lain dan berbuat baik (Surat 3:133-134).

Jika salah satu dari lima elemen takwa adalah menahan amarah, bagaimana anak
kita dapat menjadi anak yang bertakwa kalau kita sendiri tidak mengajarkan
mereka untuk menahan amarah?

Oleh karena itu, Allah mengajarkan kita untuk mendidik anak tidak dengan amarah tetapi dengan kasih sayang, sebagaimana disebutkan dalam Surat 64:14, Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Anak dan pasangan menjadi musuh bagi kita karena mereka sebenarnya adalah wadah yang paling subur untuk masuknya enersi syaithan di dalam rumah untuk saling menggoda, saling memarahi, saling membenci, sehingga semua penghuni rumah menjadi orang-orang yang tidak bertakwa.

Terdapat beberapa cara untuk menjadikan keluarga kita selamat dari godaan iblis dan menjadikan anak-anak kita menjadi generasi yang sholeh tanpa memarahi.

Pertama, undanglah enersi Allah yang bersifat ar Rahman (Surat 6:12 6:54 17:110) ke dalam rumah kita dengan selalu beriman (bebaskan keluarga dari kemusyrikan) dan beramal sholeh, sebagaimana disebutkan dalam Surat 19:96 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Kedua, hindarkanlah enersi syaithan yang membuat perilaku anggota keluarga
menjadi buruk dengan selalu membalas perbuatan buruk dengan perbuatan yang lebih baik dan memaafkan serta selalu memohon perlindungan kepada Allah dari bisikan, godaan dan kedatangan jin, iblis, syaithan yang terkutuk dengan selalu memohon perlindungan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 23:96-98 Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Ketiga, generasi muda kita perlu dijadikan generasi yang terisi oleh aturan-aturan Allah atau al Quran ke dalam jiwanya sehingga bagaikan Ibrahim dan
Ismail membangun dasar-dasar Baitullah, generasi muda perlu diajarkan bagaimana mensucikan jiwa dari kemusyrikan sehingga Allah akan wajib memberikan petunjuk al Quran ke dalam jiwa mereka (Surat 56:77-79). Perlu pula anak-anak kita diajarkan untuk membaca dan meng-install al Quran setiap hari dalam hidupnya.

, ,

  1. #1 by kusdini nurdiati on November 2, 2011 - 11:05 am

    Terima kasih Pencerahaan yang sangat bermafaat…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: