Rezeki Kepahaman

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Kalau berbicara tentang rezeki, selalu yang ada di otak saya adalah rezeki yang berbentuk materi seperti uang, kendaraan, rumah, kekayaan, kedudukan, anak dan segala sesuatu yang dapat diukur dengan satuan materi. Ketika di dalam Al Quran, Allah berbicara tentang rezeki, selalu di bayangan kita adalah rezeki yang bersifat materi.  Berdoa meminta rezeki pun pasti yang ada di kepala saya adalah meminta kekayaan dan kemudahan dalam memperolehnya.

Padahal rezeki adalah segala sesuatu pemberian dari Allah yang dapat pula berbentuk non materi. Rezeki non-materi ini sangat penting dan akan membedakan manusia yang mati dan hidup jiwanya di mata Allah. Rezeki itu berbentuk kepahaman atas petunjuk Allah, sebagaimana seringkali di dalam berdoa kita menyebutnya dengan “Robbi zidni ilma, warzuqni fahmaan” (tambahkanlah ilmu pengetahuan kepadaku dan berilah aku rezeki dalam bentuk kepahaman atas petunjukMu) (Surat 20:114).

Di dalam ayat yang lain disebutkan pula bahwa rezeki  yang paling tinggi nilainya adalah rezeki dalam bentuk kepahaman yang mendalam atas petunjuk Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:268-269, Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

Oleh karena itu, ketika Allah berbicara bahwa Dia akan melapangkan rezeki sesudah manusia tersebut mengalami pensucian jiwa dari sifat kemusyrikan antara lain dengan selalu bersedekah, maka yang dimaksudkan dengan rezeki tersebut adalah rezeki secara keseluruhan, termasuk di dalamnya rezeki dalam bentuk kepahaman atas petunjuk Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 65:7, Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Apa yang dimaksud dengan “Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” disini dapat diartikan dengan kelapangan rezeki materi setelah kesempitan rezeki materi dan/atau kelapangan rezeki non-materi sesudah kesempitan rezeki non-materi. Allah akan melapangkan rezeki non-materi ketika seseorang sudah membuktikan ketidak musyrikannya dengan bersedekah. Cara Allah melapangkan rezeki non-materi adalah dengan melapangkan sudur-nya sehingga mudah menerima petunjuk Allah melalui al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:125, Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan sudurnya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Melalui proses pensucian jiwa, Allah akan kemudian mengganti rezeki materi yang telah disedekahkan atau disalurkan dengan rezeki non-materi yang lebih bernilai berupa kepahaman atas petunjuk Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 34:39, Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.

Tentu saja kita tidak disarankan Allah untuk hanya mengejar rezeki non-materi, namun perlu ada keseimbangan di antara keduanya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 28:77, Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Keseimbangan ini penting karena tanpanya, kita akan menemui konflik dan sesuatu yang tidak ma’ruf, sebagaimana disebutkan dalam Surat 25:67, Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Allah adalah sesuai dengan kehendak hamba-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 35:15, Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Sebagian besar manusia ketika meminta rezeki, maka yang di pikirannya adalah rezeki yang berbentuk materi, dia lupa bahwa rezeki non-materi memiliki nilai yang jauh lebih tinggi, maka yang rezeki non-materi juga tidak pernah diberikan.

Melalui Teori Relativitas Einstein yaitu E = mc2 dimana E=Energi, m= massa (materi), c = kecepatan cahaya (sekitar 300,000km/detik), maka kita dapat menyimpulkan bahwa  nilai dari sebuah energi adalah setara dengan nilai massa dikalikan 300,000km/detik dan dikwadratkan. Artinya, energy bernilai sangat besar jika dibandingkan dengan materi. Energi di dalam al Quran dapat diartikan sebagai ruh, dimana ruh itu sendiri dapat diartikan ruhul qudus atau al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:52, Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (RUHAN) wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

Begitu berharganya rezeki non-materi sehingga inilah yang akan menentukan derajat kemuliaan manusia di hadapan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 21:10, Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya?

Begitu berharganya rezeki non-materi sehingga inilah yang akan membedakan manusia yang mati dan yang hidup di hadapan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat

Surat 6:122, Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Surat 39:22, Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.

Jika kita dapat memahami bahwa rezeki non-materi ini jauh lebih berharga dan bernilai, maka setidaknya kita berusaha mendapatkan rezeki-non materi ini sama kerasnya dengan ketika kita setiap hari dari pagi ke malam bekerja untuk mendapatkan rezeki materi.

Jika kita memahami tentang konsep rezeki non-materi ini maka ketika kita memohon dengan berdoa kepada Allah untuk meminta rezeki, jangan lupa di hati dan pikiran kita bahwa rezeki yang kita minta itu adalah satu paket antara rezeki materi dan rezeki non-materi dimana sesuai dengan kedudukannya, maka prioritas pertama adalah memohon rezeki non-materi lalu kedua baru meminta rezeki materi.

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: