Kehidupan Sejati

Beberapa orang yang dalam pandangan manusia telah mati, Allah katakan mereka itu belum mati. Seperti tertulis dalam ayat berikut.

(QS2. Al Baqarah ayat 154)
154. dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

(QS3. Ali ‘Imran ayat 169)
169. janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.

Dalam ayat lain Allah mengatakan orang kafir itu sudah dianggap mati bahkan meskipun fisiknya masih hidup dalam pandangan manusia.

(QS6. Al An’am ayat 122)
122. dan Apakah orang yang sudah mati kemudian Dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu Dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan.

Jika begitu, apa yang disebut hidup sebenarnya menurut Allah (Al-Quran)? Kehidupan dunia menurut Quran perumpamaannya seperti orang-orang yang terkumpul di dalam gua yang gelap dan kepada masing2nya diberikan senter tetapi belum berisi baterai. Allah menyuruh kita mencari ilmu dan pemahaman yang dalam tentang kehidupan yang benar untuk menjadi baterainya sehingga hidup kita bercahaya. Cahaya yang kita pancarkan itu akan menjadi petunjuk kepada orang-orang yang mau menauladani.

(QS42. Asy Syuura ayat 52)
52. dan Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah kami. sebelumnya kamu tidaklah mengetahui Apakah Al kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui Apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan Dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba kami. dan Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

(QS4. An Nisaa’ ayat 174)
174. Hai manusia, Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).

Agar orang lain sama-sama menempuh jalan yang lurus, kita harus sebisa mungkin menjadi penunjuk jalan yang benar-benar memahami jalan. Seperti dalam akhir ayat “Sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”

Perumpamaan orang yang hidup tanpa pegangan yang benar (aturan Allah) ialah seperti orang buta, bisu dan tuli serta berada dalam gelap gulita.

(QS6. Al An’am ayat 50)
50. Katakanlah: aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”

(QS13. Ar Ra’d ayat 16)
16. Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah”. Katakanlah: “Maka Patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, Padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; Apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”.

(QS11. Huud ayat 24)
24. Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama Keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada Perbandingan itu)?.

(QS10. Yunus ayat 40-43)
40. di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepada Al Quran, dan di antaranya ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan.
41. jika mereka mendustakan kamu, Maka Katakanlah: “Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan akupun berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan”.
42. dan di antara mereka ada orang yang mendengarkanmu. Apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti.
43. dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, Apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan.

Semua itu dalam Quran disebut sebagai kemusyrikan yang berarti mencari tuan yang lain selain Allah. Orang yang berada dalam kemusyrikan sebenarnya sedang diperbudak oleh hal-hal yang dibelanya, diperbudak oleh hartanya, oleh keinginannya, oleh atasannya, oleh aturan-aturan yang dibuatnya, oleh golongannya, oleh kepintarannya dan lain-lain.

(QS16. An Nahl ayat 74-76)
74. Maka janganlah kamu Mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
75. Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatupun dan seorang yang Kami beri rezki yang baik dari Kami, lalu Dia menafkahkan sebagian dari rezki itu secara sembunyi dan secara terang-terangan, Adakah mereka itu sama? segala puji hanya bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tiada mengetahui.
76. dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan Dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja Dia disuruh oleh penanggungnya itu, Dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan Dia berada pula di atas jalan yang lurus?

Keadaan itu tidak lain karena mereka menolak Kebenaran yang telah datang kepadanya

(QS10. Yunus ayat 39)
39. bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang mereka belum mengetahuinya dengan sempurna Padahal belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul). Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim itu.

Sebenarnya telah datang kepada setiap manusia kebenaran dari Tuhannya untuk menjadi cahaya kehidupan.

(QS5. Al Maa-idah ayat 16)
16. dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

(QS14. Ibrahim ayat 1)
1. Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.

Dan menjadi kewajiban bagi orang-orang yang memahami kebenaran dan memahami Quran untuk menjadi penuntun dan mengeluarkan orang lain dari kegelapan; kegelapan pengetahuan, kegelapan perasaan.

(QS14. Ibrahim ayat 5)
5. dan Sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Keluarkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah”. sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi Setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.

Adakalanya saat kita mengajak orang lain kepada kebenaran (Quran) kita akan ditolak dan diabaikan. Terkadang mengajak keluarga sendiri lebih sulit daripada mengajak orang lain. Ada dua jalan untuk mengajak orang lain kepada Kebenaran atau yang disebut dengan Quran. Jalan pertama ialah jalan depan yaitu mengajak dengan pendekatan konsep seperti diskusi dan perbincangan ayat ke ayat. Jalan pertama ini hanya bisa diaplikasikan kepada orang yang sudah dewasa. Dewasa berarti akalnya sudah dapat membedakan yang baik dan yang buruk atau dalam istilah lain berakal sehat.

(QS12. Yusuf ayat 22)
22. dan tatkala Dia cukup dewasa Kami berikan kepadanya Hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Saat jalan pertama menemui jalan buntu, kita tidak perlu khawatir karena masih ada jalan kedua. Jalan kedua ialah jalan belakang yaitu mengajak orang kepada kebenaran (Quran) dengan pedekatan praktis. Mengajak orang lain kepada kebenaran Quran dapat dilakukan dengan memberikan contoh. Mengajak orang lain bersedekah, mengajak untuk sama-sama menjaga kebersihan, saling mengingatkan untuk tidak marah dan berlaku sopan-santun dan sebagainya. Dengan cara ini, menjadi kewajiban bagi Allah untuk memberikan pemahaman Quran kepada setiap orang yang berbuat baik.

(QS31. Luqman ayat 1-3)
1. Alif laam Miim
2. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmat,
3. menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,

CATATAN:
– Jika terdapat kekeliruan dari pemaparan diatas, mohon diberikan masukan ke enduhusa@gmail.com
– Silahkan disampaikan lagi kepada orang-orang yang berhak

(QS4. An Nisaa’ ayat 58)
58. Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat.

Dan orang-orang yang mau
(QS28. Al Qashash ayat 56)
56. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: