Renungan Akhir Tahun

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56
Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ”Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (Surat 3:190-191)
Tidak lama lagi kita memasuki tahun baru 2012. Ada bermacam-macam cara kita untuk menghabiskan pergantian malam tahun baru. Ada yang menghabiskannya dengan berwisata, ada yang sekedar di rumah menonton acara televisi, dan saya melihat di spanduk-spanduk di Jakarta, ada orang-orang melewati pergantian tahun baru dengan berdzikir ramai-ramai di lapangan. Mungkin ada baiknya kita melewati pergantian ini sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas, yaitu dengan melakukan perenungan atau itikaf.
Perenungan yang kita lakukan adalah perenungan yang produktif sebagaimana disebutkan dalam ayat diatas dimana jikalau bumi dan langit nun jauh di sana diciptakan Allah tidak sia-sia, lalu bagaimana dengan nasib ciptaan Allah yang paling dekat yaitu diri kita sendiri, apakah selama setahun terakhir dan bahkan selama umur kita ini, sudah memenuhi maksud ciptaan Allah untuk tidak sia-sia alias bermanfaat bagi manusia yang lain?
Tentu saja Allah bermaksud agar kita tidak berpuas diri dan terus berhijrah untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat dan meningkat kualitas kemuliaannya dari waktu ke waktu. Dalam ayat tersebut diatas, Allah bermaksud agar kita terus mengingat Allah melalui aturan-Nya dan melihat ke belakang untuk melakukan evaluasi dan perenungan agar melakukan perbaikan dari waktu ke waktu, sebagaimana disebutkan dalam Surat 59:18-19, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.
Apa yang dimaksud dengan lupa kepada Allah adalah lupa kepada aturan-Nya yang menyebabkan Allah menjadi lupa kepada orang-orang ini karena Allah bekerja sesuai dengan aturan. Manusia yang lupa kepada aturan Allah adalah manusia yang tidak bersyukur kepada Allah karena bersyukur adalah dengan mengingat aturan Allah dan menjalankan secara kaffah dan istiqomah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:152, Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari-Ku
Manusia yang ingat kepada aturan Allah diawali dengan ingat kepada dirinya sendiri melalui suatu perenungan tentang apa yang telah kita lakukan dalam hidup ini, apa kesanggupan atau cita-cita kita dalam hidup ini dan bagaimana untuk selalu melakukan perbaikan. Orang yang selalu mengadakan perbaikan adalah ciri orang-orang yang bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:133-135, Dan bersegaralah kau kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui.
Perenungan untuk selalu mengadakan selalu diawali oleh sebuah kejujuran atas kelemahan dan kesalahan yang telah diperbuat. Terkadang kejujuran kita atas diri sendiri ini sulit untuk dilakukan atau terkadang kelemahan diri sendiri tidak terlihat, sebagaimana pepatah yang mengatakan gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat dengan jelas. Cara yang mudah untuk melakukan perenungan adalah dengan berdoa kepada Allah untuk memberikan petunjuk-Nya melalui orang-orang di sekitar kita dan kemudian menanyakan orang-orang tersebut tentang kelemahan dan kekurangan kita di masa lampau, sebagaimana disebutkan dalam Surat 39:17-18, Dan orang-orang yang menjauhi taghut (yaitu) tidak menyembah-nya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.
Allah berkomunikasi kepada saya melalui tiga macam cara, melalui wahyu, bisikan di jiwa dan dengan mengirimkan utusan-utusan-Nya yang akan memberikan nasehat kepada kita, sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:51, Tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengirim seorang utusan lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.
Orang-orang di sekitar kita yang kemudian menunjuki kesalahan dan kelemahan kita untuk melakukan perbaikan terus menerus pada hakikatnya adalah utusan-utusan yang dipergunakan sebagai wahana Allah untuk memberikan petunjuk-Nya.
Lebih sempurna lagi jika kemudian dilakukan cross check melalui al Quran karena perkataan yang terbaik adalah al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 39:23, Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al Kitab yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang pemimpinpun.
Menjadi manusia yang selalu meminta nasehat orang lain untuk melihat kelemahan dan kekurangan dirinya untuk perbaikan, apalagi jika ini dilakukan dalam sebuah keluarga, bukanlah menjadi manusia yang kalah dan saya sangat yakin tidak akan dinilai lemah oleh orang-orang di sekitar kita. Justru ini menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dimana diri kita akan dinilai sebagai pribadi yang kuat karena selalu membaik dari waktu ke waktu.
Menjadi orang yang berbuat salah sebagai pembelajaran tidaklah suatu kelemahan, menjadi orang yang berbuat kesalahan yang sama karena tidak mengambil pelajaran, disitulah letak kelemahan. Di dalam al Quran sendiri, selain kesalahan dalam mempersekutukan Allah, maka berbuat kesalahan karena kejahilan atau tidak mengetahui, akan selalu dimaafkan, hanya syaratnya harus mengadakan perbaikan terus menerus, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:160, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.
Begitu dihargainya semangat untuk terus membaik dari waktu ke waktu tersebut, bahkan Allah sendiri menjamin nasib orang yang sudah merenung dan menjalankan perbaikan ini dengan melihat prosesnya, bukan hanya hasilnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:100, Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan bermaksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Selamat tahun baru 2012, maaf lahir bathin.

Catatan:
1. Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.
2. Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: