Obat Nyamuk Bakar

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

 

Perjuangan mengikis ego pribadi merupakan suatu jihad yang tersendiri dalam diri saya. Tanpa terasa berbagai atribut duniawi yang diberikan, atau lebih tepatnya dititipkan, kepada kita seiring dengan berjalannya hidup ini membuat ego pribadi saya semakin besar. Tanpa terasa, sembari saya membangun kesuksesan hidup, saya sebenarnya juga sedang membuat bangunan ego pribadi yang semakin hari semakin besar. Atribut duniawi seperti harta material, kedudukan dan pangkat, hasil karya atau prestasi kerja, anak, gelar serta kebiasaan yang berlaku telah membuat saya menjadi manusia yang memiliki ego yang semakin hari semakin besar.

Sebagai contoh, dahulu ketika masih kuliah, naik ojek atau kendaraan umum setiap hari sudah menjadi kebiasaan, lalu mengapa ketika sekarang sudah menjadi eksekutif perbankan itu menjadi sesuatu yang luar biasa? Pernah dalam suatu pertemuan, saya ditolak untuk memasuki lobby sebuah gedung hanya dengan alasan naik ojek. Seringkali atribut kendaraan ini menjadi penting karena orang akan dinilai dari kendaraan yang dinaikinya.

Contoh kecil lainnya adalah dalam hal makan. Dahulu ketika SMA, makan di warteg dan warung kaki lima sudah biasa, lalu mengapa sekarang perut tidak bisa berkompromi jika makan di tempat-tempat seperti itu. Bahkan ego pribadi saya sudah sampai ke perut segala.

Secara tidak sadar seiring dengan pencapaian yang kita raih dalam hidup ini saya juga telah membangun ego pribadi dari mulai pikiran, jiwa sampai ke perut dan bahkan sum sum tulang belakang sebagai tempat berproduksinya darah sehingga ego itu telah menjadi darah dan daging. Mengerikan.

Masalahnya, ego pribadi dan kesombongan merupakan dua mata uang yang selalu berjalan berdampingan. Kesombongan yang terlihat dan yang tidak terlihat. Terdapat kesombongan yang terlihat dengan pernyataan dan ucapan, sebagaimana misalnya Fir’aun dianggap sombong oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 44:30-31, Dan sesungguhnya telah Kami selamatkan Bani Israil dari siksa yang menghinakan, dari (azab) Fir’aun. Sesungguhnya dia adalah orang yang sombong, salah seorang dari orang-orang yang melampaui batas.

Surat 23:45-46, Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata, kepada Fir’aun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takbur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.

Kesombongan juga dapat merasuk menjadi kesombongan yang tidak terlihat yang bermain di dalam nafs, fuadha dan sudur manusia. Inilah kesombongan yang tidak terasa namun besar dampaknya.

Kesombongan dan ego adalah sifat yang dibenci Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 31:18, Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Orang-orang yang sombong dan memiliki ego adalah penghuni neraka karena Allah tidak ridho kepada mereka, sebagaimana disebutkan dalam Surat 40:76, (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahannam, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong .”

Mengapa kesombongan dan ego ini menjadi sedemikian dibenci Allah?

Kesombongan dan ego adalah salah satu pintu masuk syaithan dalam membisikkan kemusyrikan ke dalam jiwa manusia. Syaithan telah mengerti dan sangat ahli bahwa manusia pada dasarnya bersifat sombong dan syaithan kemudian membesar-besarkan ego pribadi manusia atau dalam bahasa Inggrisnya, message human ego, untuk menjadikan ego tersebut hijab atau hambatan yang paling besar bagi manusia untuk mendapatkan hidayah Allah.

Kalau kita melihat sejarah, timbulnya syaithan juga diawali dengan kesombongannya untuk tunduk kepada Adam yang telah diberikan ruh Allah dalam bentuk al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 38:75-76, Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?.” Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Makhluk Allah yang pertama kali memiliki ego dan sombong adalah syaithan, maka dapat diambil dua kesimpulan. Pertama, syaithanlah yang paling menguasai ilmu kesombongan dan bagaimana message ego manusia. Kedua, manusia yang sombong dan memiliki ego yang besar pasti sudah diliputi syaithan sampai ke sum sum tulang belakang.

Kesombongan menjadi hijab atau halangan manusia mendapatkan hidayah Allah karena kesombongan juga merupakan salah satu pintu masuk kemusyrikan dalam diri manusia, sebagaimana disebutkan dalam Surat 16:22, Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang yang sombong.

Manusia yang memiliki ego yang besar cenderung merasa pandai dan tidak mau mendengarkan orang lain, padahal petunjuk Allah datangnya dari orang lain yang diutus Allah untuk menebarkan cahaya hidayahnya di muka bumi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:15-16, Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Bagaimana ingin mendapatkan hidayah kalau sudah merasa pandai dan tidak mau mendengarkan orang lain? Marilah kita perhatikan Surat 39:17-18, Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembah- nya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba- hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.  

Perlu diketahui bahwa cahaya Allah berupa wahyu disampaikan oleh manusia-manusia di muka bumi, namun orang-orang sombong seringkali melihat manusianya, tidak dilihat bahwa hakikatnya meskipun yang membawakan adalah manusia, namun Tuhanlah yang sedang berbicara kepadanya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 54:24-25, Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?” Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila.” Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.

Jika saya membangun ego pribadi yang membesar setiap hari, maka secara tidak sadar saya sedang menjauhkan diri dari Allah, karena pada gilirannya ketika ayat-ayat Allah dibacakan kepada saya, entah ada apa namun ada sesuatu yang sangat besar dan mekanismenya tidak kelihatan, yang menghalangi saya untuk sujud dan tunduk patuh kepada ayat-ayat tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Surat 32:15, Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

Salah satu ciri orang yang sombong yang saya perhatikan ketika sedang membawakan pemahaman al Quran adalah orang tersebut berani-beraninya mengukur ayat-ayat Tuhan dengan pemahamannya, dengan buku-buku kitab ulama, dengan ilmunya dan kemudian memperdebatkan keabsahan ayat-ayat Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 40:34-35,  Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan, tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata: “Allah tidak akan mengirim seorang (rasulpun) sesudahnya. Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu. (Yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka. Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang.

Membutuhkan sebuah jihad yang luar biasa untuk mengikis kesombongan dan ego pribadi menjadi nol dengan menghilangkan perasaan “MERASA”. Orang Jawa mempunyai pepatah yang sangat luhur, “ojo rumongso biso, nanging biso rumongso, jangan merasa bisa, tetapi harus bisa merasa.” Perasaan merasa ini adalah pangkal dari ego dan kesombongan. Kalau saya bisa menghilangkan perasaan merasa, maka terkikislah kesombongan di dalam diri saya.

Lalu bagaimana menghilangkan perasaan merasa kalau dalam kenyataannya kita memang mencapai sebuah prestasi, memiliki sebuah harta, memiliki sebuah kedudukan, dipanggil atau digelar dengan gelar yang banyak dan sebagainya.

Ada suatu tips yang saya pakai sampai sekarang, yaitu Teori Obat Nyamuk Bakar. Obat nyamuk yang dibakar sejak mulai lingkaran yang terluar, makin lama semakin menuju kepada lingkarang yang kecil dan kemudian habis, itulah cara kita setiap saat mengikis kesombongan dan ego pribadi dan secara bersamaan menutup pintu kemusyrikan yang ditimbulkan dari sifat MERASA. Dengan berjalannya hidup dan semakin banyak yang Allah titipkan kepada kita, kita tetap perlu mawas diri dan sadar posisi sebagai makhluk Allah yang kecil dan tidak memiliki apa-apa karena semuanya milik Allah, jadi mengapa perlu MERASA?

Obat nyamuk bakar adalah contoh yang baik, namun bedanya jika obat nyamuk bakar menghasilkan racun yang dapat membunuh nyamuk dan berbahaya bagi kesehatan, dalam membakar ego pribadi dan kesombongan, kita membakarnya dengan terus berbuat baik dan memberikan manfaat kepada sesame makhluk Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:36-37, Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan.

Catatan:

 

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: