Prioritas Utama Mendidik Anak (bag. 2)

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com

 

Marilah kita membahas mengenai aplikasi di dalam menanamkan sifat tidak mempersekutukan Allah kepada anak-anak kita. Aplikasi ini dapat berbeda-beda pelaksanaannya tergantung dari keadaan masing-masing. Saya hanya akan mengemukakan beberapa contoh yang dapat diterapkan.

Pertama, dalam hal mengikis musyrik kepemilikan, anak perlu diajarkan untuk memahami bahwa segala sesuatu yang dimilikinya itu bukan miliknya sendiri, semua itu adalah titipan Tuhan untuk diberikan kepada makhluk Allah yang lain. Anak-anak perlu diajarkan bahwa ibadah yang terbaik di sisi Allah adalah ketika kita menyalurkan titipan tersebut kepada orang lain. Anak-anak perlu diajarkan bahwa manusia yang paling sukses adalah manusia yang paling memberikan manfaat kepada orang lain. Aplikasi dari pengajaran ini adalah dengan mengajarkan bersedekah kepada anak setiap hari, yang jumlahnya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pengajaran bersedekah ini perlu secara sadar dilakukan melalui program yang teratur dan tidak insidentil, karena ini bagian dari proses pendidikan yang penting.

Mungkin banyak yang tidak percaya bahwa bersedekah setiap hari ini akan mengakibatkan kecerdasan anak meningkat pesat. Kecerdasan ini bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual. Marilah kita perhatikan Surat 65:7,Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Apa yang dimaksudkan bahwa “kelak Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” bukan hanya kelapangan rezeki, namun fokusnya adalah kepada kelapangan sistem memori otak yang bernama SUDUR sehingga kita dapat menjadi manusia yang cerdas intelektual, emosional dan spiritual, yang dapat dengan mudah menerima petunjuk dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:125, Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan SUDUR nya untuk menjadi orang yang berserah diri kepada aturan Allah (muslim). Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan SUDUR nya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.

Kelapangan SUDUR ini akan menjadikan anak-anak kita dengan mudah menerima pelajaran, baik pelajaran yang membangun kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Anak-anak yang diajari untuk tidak mempersekutukan Allah pada gilirannya akan menjadi anak-anak yang cerdas dan berilmu karena wadah ilmu tersebut sudah dilapangkan oleh Allah (lihat pembahasan sebelumnya yang berjudul “Jiwa”). Contoh dari konsep ini ditegaskan Allah di dalam al Quran melalui para Nabi, karena mereka semua dididik sejak kecil untuk selalu berbuat baik dan bersedekah, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 19:12-14, Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak, dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa, dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.

Surat 12:22, Dan tatkala dia (Nabi Yusuf) cukup dewasa Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Surat 6:84, Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Surat 28:14, Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan ke- padanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

Pengajaran mengenai berbuat baik dan bersedekah dengan dilandasi dengan konsep mengikis potensi kemusyrikan anak-anak dari sifat mempersekutukan Allah ini jika dilakukan dengan suatu program yang baik akan berbuah meningkatnya kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual anak sehingga pada saatnya nanti mereka akan dengan mudah menerima pengajaran dan petunjuk Allah.

Kedua, dalam hal mengikis musyrik pengabdian, anak perlu diajarkan mengenai posisinya sebagai makhluk Allah yang selama Allah ada akan terus mengabdi hanya kepada Allah. Banyak sekali anak-anak diajarkan dengan kalimat, ”buatlah orang tuamu bangga kepadamu”, namun jarang sekali kita mengajarkan anak mengabdi kepada Tuhan dengan mengatakan, “semua ini kamu lakukan agar kamu diridhoi dan disayang Allah”.

Konsep bahwa anak-anak kita dihadirkan ke muka bumi ini bukan untuk mengabdi kepada orang tuanya, tetapi untuk mengabdi kepada Allah sehingga dimanapun mereka berada, apakah terlihat atau tidak oleh orang tua, mereka memiliki hubungan Tuan-hamba yang langsung kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 51:56, Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Ada seorang teman saya yang mendidik anaknya seperti ini, terbukti ketika dewasa anaknya menjadi anaknya yang takut kepada Tuhannya sehingga merokokpun tidak sanggup dilakukannya.

Konsep mengabdi kepada Allah ini perlu diletakkan dalam kerangka bahwa Allah tidak membutuhkan apapun dari hambanya,  tidak membutuhkan rezeki bahkan tidak membutuhkan terima kasih, sehingga yang dimaksud pengabdian kepada Allah adalah dengan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada hamba-Nya selama hidup anak kita, sebagaimana disebutkan dalam Surat 51:57,Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan.  Konsep ini harus ditanamkan secara benar sehingga anak-anak kita akan bercita-cita tinggi menjadi manusia-manusia langit dalam rangka pengabdian yang maksimal kepada Allah, karena pengabdian kepada Allah dihitung dari manfaat yang diberikan kepada makhluk Allah yang lain. Manusia-manusia langit pasti akan berpotensi memberikan manfaat yang lebih besar kepada manusia-manusia lain jika dibandingkan dengan manusia-manusia bumi.

 

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: