Pengabdian Sampai Kapan?

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

 

Dalam suatu forum pemahaman al Quran yang sebagian besar ibu-ibu, saya mengajukan pertanyaan kepada mereka, “Tujuan hidup ini mengabdi kepada siapa?”, tentu saja semua menjawabnya, “Mengabdi kepada Allah.” Namun ketika saya mengajukan pertanyaan lanjutan, “Ibu-Ibu ingin mengabdi kepada Allah sampai kapan?”, jawabannya bervariasi, namun intinya, semua menjawabnya sampai mati atau seumur hidup.

Jawaban ini selintas tidak ada salahnya, namun marilah kita perhatikan Surat 16:51-52, Allah berfirman: “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Esa, maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.” Dan kepunyaan-Nya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah?

Di dalam ayat diatas disebutkan bahwa ketaatan kepada Allah adalah selama-lamanya. Menjadi pertanyaan, selamanya sampai kapan?

Jika jawabannya sampai mati, maka pertanyaan berikutnya, apakah setelah saya mati, saya dan Allah masih ada? Jika saya masih ada dan Allah masih ada, maka jika jawabannya sampai mati, maka setelah mati kita ingin mengabdi kepada siapa?

Jika jawabannya seumur hidup, maka pertanyaannya, apa setelah mati dan dibangkitkan, maka kita tidak akan taat lagi kepada Allah, padahal untuk manusia yang sukses hidupnya, maka mereka dibangkitkan agar bersyukur, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:56, Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. Dalam pembahasan sebelumnya, kita sudah pernah menguraikan bahwa bersyukur itu tidak sama dengan terima kasih, tetapi bersyukur itu adalah melaksanakan aturan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 76:1-3, Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

Jikalau bersyukur itu adalah mengabdi kepada Allah dengan berada di jalan yang lurus yaitu aturan Allah, maka manusia dibangkitkan dengan tujuan untuk terus mengabdi kepada Allah, sebuah pengabdian yang tanpa akhir.

Kembali kepada pertanyaan, sampai kapan ingin mengabdi kepada Allah, maka jawabannya bukan sampai mati atau seumur hidup, seharusnya jawabannya adalah selama Allah ada, maka saya akan tetap mengabdi dan tidak mempersekutukan-Nya dengan siapapun dan apapun dengan terus mengabdi kepada-Nya.

Catatan:

 

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

, , ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: