The Postman – 4

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Seorang tukang pos yang mengetahui bahwa sebuah surat harus diantarkan kepada sebuah alamat perlu melakukan pengecekan tentang kecukupan perangko dari penerima surat, karena jika tidak akan menghasilkan penolakan, perdebatan dan percakapan yang tidak penting. Namun, terkadang keadaan seperti ini sulit untuk dihindari karena terdapat kumpulan orang yang mendengarkan ketika seorang tukang pos menyampaikan surat dimana sulit menghindari keadaan dimana di dalam kumpulan tersebut ada yang perangkonya cukup dan ada pula yang tidak. Ini membutuhkan sebuah strategi yang juga diatur dalam al Quran.

Seorang tukang pos yang memahami prosedur bahwa petunjuk al Quran hanya akan dapat diterima kepada manusia-manusia yang sedang mensucikan jiwa dari keadaan mempersekutukan Tuhannya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 56:77-79, Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

Seorang tukang pos yang baik memahami bahwa perangko yang harus dipenuhi oleh penerima surat adalah tidak mempersekutukan Tuhan dengan proses pensucian jiwa (silahkan dibaca kembali modul “Meraih Cahaya Allah” dalam pembahasan sebelumnya). Manusia yang sedang dalam proses pensucian jiwa, itulah manusia yang dalam bahasa     al Quran disebut sebagai yuzakkihim dengan hasil akhir jiwa yang suci (zakat) dari kondisi mempersekutukan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 41:6-7, Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat. Manusia yang mempersekutukan Allah dengan tidak menunaikan zakat bukanlah dimaksudkan dengan tidak membayar zakat, tetapi tidak melakukan proses pensucian jiwa secara menyeluruh.

Karena seorang tukang pos yang baik memahami bahwa persyaratan mendapatkan petunjuk Allah adalah proses pensucian jiwa, maka sebelum surat tersebut dikirimkan, proses pensucian jiwa inilah yang perlu pertama kali diajarkan kepada penerima surat agar perangkonya pada saatnya cukup. Ayat-ayat pertama yang harus dibacakan adalah ayat-ayat tauhid atau tidak mempersekutukan Allah, baik pensucian jiwa dari sifat musyrik kepemilikan, musyrik pengabdian, musyrik perlindungan, musyrik aturan maupun musyrik figur. Ayat-ayat pertama yang harus dibacakan adalah ayat-ayat tentang pensucian jiwa, sebagaimana disebutkan dalam:

Surat 62:2, Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

Surat 2:151, Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.

Nabi Ibrahim adalah tukang pos nomor satu yang menjadikan panutan bagi para tukang pos sampai akhir jaman, sebagaimana disebutkan dalam Surat 60:4, Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah.” (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.”

Sebagai tukang pos nomor satu dan menjadi panutan, Nabi Ibrahim adalah manusia yang paling memahami seluk beluk pengiriman surat ini, sehingga doa beliau bagi para tukang pos penerus di kemudian hari adalah semoga para tukang pos-tukang pos ini memahami dasar-dasar pengiriman surat dengan mengajarkan untuk tidak mempersekutukan Allah agar pesan surat tersebut sampai ke alamat karena perangkonya cukup. Marilah kita perhatikan Surat 2:129, Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Bagaikan membangun sebuah bangunan, Nabi Ibrahim bersama dengan Nabi Ismail terlebih dahulu membangun dasar pondasinya dengan mengajarkan manusia untuk tidak mempersekutukan Allah, karena inilah perangko agar petunjuk Allah sampai kepada penerima surat, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:127, Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” Sebagaimana telah dibahas sebelumnya bahwa qowaida minal baiti atau dasar-dasar Baitullah disini adalah berasal dari kata qowaid atau aqaid atau aqidah atau dasar hukum Allah.

Sebelum mendapatkan petunjuk Allah, dasarnya harus dibangun terlebih dahulu dengan pengajaran mengenai tauhid atau tidak mempersekutukan Allah, sebagaimana pesan Nabi Ibrahim dalam Surat 29:17-18, Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.

Nabi Muhammad tukang pos yang paling dekat kedudukannya dengan tukang pos nomor satu yaitu Nabi Ibrahim, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:68, Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman,sangat mengerti prosedur ini. Oleh karena itu, selama tiga belas tahun pertama kenabian Beliau di kota Mekkah, tidak ada yang diajarkan selain tauhid. Semua ayat Makkiyah di dalam al Quran adalah mengenai tauhid. Inilah perangko yang perlu diajarkan kepada penerima surat agar penerima surat kemudian dapat membeli perangko tersebut dengan tindakan-tindakan mensucikan jiwa agar surat tersebut sampai.

Jika penerima surat sudah diajarkan tentang bagaimana mendapatkan perangko yang cukup namun mereka tidak membelinya dengan tindakan pensucian jiwa atau sedekah, maka itu sudah bukan urusan tukang pos lagi. Jika dalam sebuah forum pemahaman al Quran yang sudah berlangsung bertahun lamanya, tukang pos menemui bahwa surat tersebut tidak sampai-sampai kepada para penerima surat karena mereka tidak paham dan menjadi sebuah “PENGAJIAN ABADI”, maka terdapat dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, tukang posnya yang tidak tahu aturan karena tidak pernah, atau seringkali tidak tahu bagaimana mengajarkan tata cara pensucian jiwa dengan benar sehingga penerima surat tidak mengetahui dimana dan bagaimana mendapatkan perangko atau petunjuk Allah. Penerima surat tidak tahu bagaimana cara mensucikan jiwa versi Allah di dalam al Quran sebagai prasyarat mendapatkan petunjuk atau surat Allah.

Kemungkinan kedua, tukang pos ini sedang berhadapan dengan sekumpulan manusia yang hobinya ngaji tetapi tidak pernah berniat dengan kuat untuk mensucikan jiwa. Seperti bicara dengan tembok, maka sampai kapanpun surat Allah tidak akan pernah sampai. Ciri pertama, sekumpulan manusia ini akan tetap menjadi penerima surat yang tidak bisa membaca surat yang diterimanya. Ciri kedua, manusia-manusia ini akan selamanya menjadi penerima surat dan tidak pernah tergerak untuk juga menjadi tukang pos yang baru. Menghadapi manusia-manusia yang menjadikan ngaji menjadi hobi memang sulit, karena untuk tukang pos pekerjaan ini bukan melayani hobi manusia. Hobi kok ngaji.

(bersambung)

Catatan:

  1.   Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

, ,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: