Comfort Zone

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56.
Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Sesuatu yang termasuk paling saya takuti di dunia ini adalah hidup dalam kenyamanan atau memasuki suatu zona nyaman. Zona nyaman ini membuat saya menjadi tidak berkembang, tidak bertambah pengetahuan, tidak mendengarkan ucapan orang lain dan paling bahaya adalah tidak ingin mendaki derajat kemuliaan sebagai seorang manusia dari hari ke hari. Hidup dalam kenyamanan adalah kehidupan yang berjalan sesuai dengan rutinitas. Setiap hari yang dipikirkan hanyalah bagaimana mempertahankan atau meningkatkan kenyamanan hidup untuk keluarga, anak, istri dan kalau bisa kenyamanan itu dapat dipertahankan tujuh turunan.

Bagi sebagian manusia, kehidupannya saat ini sudah sangat nyaman, bahkan lebih dari keadaan di surga seperti yang digambarkan dalam al Quran. Keadaan ini terkadang bukan hanya dialami oleh orang-orang kaya saja, tetapi lebih banyak dialami orang-orang yang miskin. Mereka puas dengan apa yang diberikan, karena kepuasan dan tidak adanya keinginan untuk meraih yang lebih tinggi itu diterjemahkan sebagai bentuk kesyukuran kepada Tuhan.

Di dalam al Quran, Allah sangat menyadari kenyataan ini. Oleh karena itu, Allah memperingatkan manusia untuk keluar dari zona nyaman dalam hidup. Allah memperingatkan dengan menyebut kehidupan ini hanyalah permainan yang penuh dengan kesenangan yang ada batas waktunya, sebagimana disebutkan dalam Surat 57:20, Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Di dalam email sebelumnya, pernah dibahas mengenai perbedaan antara kesenangan dan kebahagiaan dimana dari sisi waktu kesenangan itu bersifat sementara dan kebahagiaan bersifat abadi. Jika kita memasuki zona nyaman dalam kehidupan di dunia ini, maka yang sedang kita cari adalah kesenangan hidup yang oleh Allah disebut sebagai mata’ul ghurur atau kesenangan yang memperdayakan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:14. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Melalui al Quran, Allah mengingatkan batasan zona nyaman itu adalah suatu kematian, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:185, Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Banyak manusia yang sudah mati sebelum ajal. Dia sudah masuk zona nyaman ketika hidup di dunia. Dia sudah tidak mau berjihad dengan hidupnya untuk mencari keridhaan Allah. Dia sudah cukup puas dengan kenyamanan hidupnya, dengan rutinitas hidupnya. Dia sudah terperdaya oleh permainan yang sifatnya sementara. Manusia inilah yang di dalam al Quran disebut sebagai manusia yang tidur, yang mati sebelum ajal.

Ajakan Tuhan di dalam al Quran adalah bangun, bangun dan bangun, sebagaimana disebutkan dalam Surat 74:1, Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah dan perbuatan dosa tinggalkanlah dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
Ajakan ini juga dilantunkan setiap pagi oleh utusan Allah melalui adzan Subuh, Assholatu khoirum minan naum, Sholat lebih baik daripada tidur. Tentu saja arti shalat disini lebih dalam dari sekedar ajakan sholat Subuh, tetapi shalat dalam arti luas yaitu mengingat aturan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 20:14, Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Bangunlah dari zona nyaman dalam hidup, berjihadlah dengan harta dan jiwa di jalan Allah. Tukarlah kesenangan hidup melalui harta dan jiwa ini dengan kebahagiaan abadi dengan cara menolong orang lain, dengan niat semata-mata bersedekah yaitu membuktikan kepada Tuhan bahwa saya bukanlah hamba yang sedang mempersekutukan-Mu, Ya Allah. Marilah kita perhatikan Surat 9:111, Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar. Arti berperang, membunuh dan terbunuh dalam ayat ini adalah perumpamaan atau amtsal. Berperang disini lebih diartikan peperangan di dalam jiwa melawan hawa nafsu yang terkadang menang (terbunuh) dan terkadang kalah (membunuh).
Keluar dari zona nyaman ini terkadang berat, terkadang ringan, namun kita harus tetap keluar, sebagaimana disebutkan dalam Surat 9:41, Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Sebagai contoh, alhamdulillah saya dan keluarga secara konsisten setiap hari membagikan makanan kepada enam puluh orang miskin. Kebiasaan ini sudah menginjak tahun keempat. Kami menyadari bahwa upaya ini bukan upaya yang mudah dan saya beruntung dianugerahi pasangan yang istiqomah. Betapa capeknya misalnya setelah malam-malam pulang kantor akibat macet, masih harus membagikan makanan kepada tukang sampah yang ternyata mereka bekerja larut malam, betapa malasnya libur-libur di akhir pekan bersama keluarga harus tetap membagikan sedekah kepada pemulung-pemulung di jalanan, betapa beratnya di akhir pekan dan hari libur meninggalkan anak-anak yang masih lucu-lucunya untuk mensyiarkan al Quran sampai ke seluruh Indonesia. Namun itu semua harus saya lakukan, harus istri saya lakukan dan saya berharap suatu saat nanti anak-anak cucu keturunan saya juga melakukannya, karena itu suatu jihad melawan diri sendiri, ini adalah perjuangan keluar dari zona nyaman menuju zona aman kehidupan.

Catatan:
1. Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.
2. Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

,

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: