Tuhan Wujud, Wujud Tuhan

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

 

“Pangeran iku bisa mawujud, nanging wewujudan iku dudu Pangeran” (Tuhan itu dapat berwujud, tapi perwujudan itu bukanlah Tuhan).

 

Sejak kecil saya diajarkan oleh guru ngaji saya bahwa Tuhan itu memiliki dua puluh sifat, dimana sifat pertama adalah wujud. Ketika kemudian mempelajari al Quran, kita mengetahui bahwa Tuhan itu tidak serupa dengan makhluk-Nya atau dalam bahasa Arab disebut sebagai laisa kamitslihi syai’un, sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:11, (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Lebih lanjut, kita diajarkan pula bahwa Allah itu dekat, sangat dekat, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:186, Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Dalam ayat yang lain disebutkan pula bahwa Tuhan itu berada dimana saja kamu berada, sebagaimana disebutkan dalam Surat 57:4,Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Di sisi lain, disebutkan pula bahwa sebagai seorang manusia, kita dapat berjumpa langsung dengan Tuhan dengan persyaratan tidak musyrik dan selalu mengerjakan amal saleh, sebagaimana disebutkan dalam Surat 18:110, Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”

Tidak pernah disebutkan kapan kita dapat berjumpa langsung dengan Tuhan, sehingga ada kemungkinan bahwa perjumpaan tersebut dapat terjadi ketika kita hidup, sebagaimana disebutkan dalam Surat 84:6, Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

Kejadian bahwa manusia yang masih hidup dapat menjumpai perwujudan Tuhan itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, namun benar-benar terjadi dan dapat terjadi lagi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 7:143, Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau.” Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.”

Jika Tuhan bersifat wujud dan manusia masih hidup atau sudah mati dapat menemui perwujudan Tuhan, menjadi pertanyaan, lalu bagaimana perwujudan Tuhan tersebut?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang diajukan oleh setiap manusia yang belum pernah menjumpai Tuhan. Di dalam al Quran, pertanyaan ini diajukan oleh Nabi Ibrahim ketika beliau sedang mencari Tuhan dan membayangkan apa wujud Tuhan itu, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:75-79, Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.” Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.” Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar.” Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Segala sesuatu yang wujud di alam semesta ini adalah makhluk dan karena Tuhan tidak ingin dipersekutukan dengan makhluknya, maka ketika Tuhan wujud dalam bentuk makhluk maka perwujudan Tuhan tersebut tetap bukanlah Tuhan itu sendiri. Ia hanyalah perwujudan Tuhan. Oleh karena itu falsafah Jawa yang saya kutip diatas, menggambarkan konsep yang sebenarnya, Pangeran iku bisa mawujud, nanging wewujudan iku dudu Pangeran atau Tuhan itu dapat berwujud, tapi perwujudan itu bukanlah Tuhan.

Ketika Tuhan berwujud, maka wujudnya adalah ciptaannya, dari perwujudan itu bukanlah Tuhan. Dengan konsep semacam ini maka kita tidak pernah akan mendapatkan gambaran Tuhan yang sebenarnya sampai kapanpun, oleh karena itu Tuhan disebutkan tidak akan serupa dengan makhluk-Nya, sehingga wujudnya tidak pernah sama. Jika wujud Tuhan sama dan tidak berubah-ubah, maka manusia di surga atau neraka yang pernah bertemu dengan Tuhan akan memiliki persepsi gambaran yang sama akan wujud Tuhan yang pada akhirnya akan malahan mempersekutukan-Nya dengan satu wujud yang sama.

Menjadi pertanyaan, jika wujud Tuhan tetaplah bukan Tuhan itu sendiri, maka bolehlah kita menyembah wujud Tuhan?

Pertanyaan ini menjadi pertanyaan terbesar manusia yang banyak menyesatkan karena banyak yang kemudian menyembah utusan Tuhan karena dianggapnya sebagai perwujudan Tuhan di muka bumi. Perwujudan Tuhan dalam bentuk utusan-Nya yang membawa firman-Nya tetaplah bukan Tuhan itu sendiri, sehingga kita dilarang untuk menyembah apapun dan siapapun yang berwujud.

Pertanyaan selanjutnya, jika wujud Tuhan tidak boleh disembah karena bukan Tuhan itu sendiri, maka selama saya menjadi manusia apa yang kita sembah atau apa bukti kita menyembah Tuhan?

Menyembah Tuhan berarti tunduk dan patuh kepada aturan-Nya, bukan kemudian membayangkan wujud-Nya dan kemudian menyembahnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 39:1-2, Kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

Setelah saya kemudian memahami konsep Tuhan wujud dan wujud Tuhan ini, saya jadi kemudian melihat ke belakang, dahulu ketika sembahyang mata saya kemudian terpejam untuk mencoba khusyu’ dengan membayangkan wujud dari Tuhan. Sulit sekali membayangkannya sehingga saya menilai memang sangat sulit shalat khusyu’ itu.

Now, I know.

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. #1 by bejono777 on July 24, 2012 - 11:43 pm

    sifat Alloh SWT dengan asma Alloh apakah sama ?

    • #2 by blogngaji on July 30, 2012 - 7:34 pm

      Asma dapat berarti nama, dapat juga berarti ajaran (isme). Menyembah Allah, tentu bukanlah menyembah nama-Nya, melainkan menyembah ajarannya. Dengan demikian sifat Allah adalah cerminan dari ajaran-Nya yang harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

      • #3 by bejono777 on August 17, 2012 - 2:42 pm

        yang lebih real contonya apa pak ustad ?

      • #4 by blogngaji on August 24, 2012 - 3:19 pm

        QS.20:8 “Dialah Allah, tidak ada TUhan melainkan Dia. Dia memiliki Al-asmaaul Husna.”
        Selama ini asmaul husna diartikan sebagai nama-nama Allah. Banyak yang terjerumus menjadikan asmaul husna ini sebagai amalan harian dengan tujuan tertentu.

        Padahal Asmaul Husna ini ialah sifat (lebih tepatnya ajaran) Allah yang harus kita terapkan/laksanakan. Al-‘afwuu (yang maha pemaaf), Allah saat itu sedang mengajarkan kita untuk menjadi pemaaf (QS.5:45).
        Ar-rohman (yang maha pengasih), Allah saat itu sedang mengajarkan kita untuk menyebar kasih-sayang (QS.6:12. QS.21:107)

        Demikian, silahkan menambahkan/mengoreksi.

  2. #5 by ali as on August 18, 2012 - 8:39 am

    maaf, seolah2 saya famam dg penjelasan panjenengan tpi sedikit yg mengganjal di hati BAGAIMANAKAH SEHARUSNYA SIKAP SAYA DALAM MENEMPATKAN/MENGHADIRKAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN INI matur suwon…

    • #6 by blogngaji on August 24, 2012 - 3:10 pm

      Sebagaimana Firman Allah QS.51:56 yang menyatakan bahwa tujuan utama penciptaan kita ialah untuk menyembah-Nya. Menjadi pertanyaan selanjutnya ialah “apanya dari Allah yang kita sembah?” tentu bukan wujud-Nya melainkan aturan/ajaran-Nya (isme)
      QS.1:1 Bismillahirrohmanirrohim artinya Dengan Isme (ajaran) Allah yang Pengasih dan Penyayang.
      Dan pengajaran Allah itu sendiri tidak lain adalah ayat-ayat-Nya yang tercantum dalam kitab, sebagaimana QS. 20:113.
      Dengan demikian sikap kita yang terbaik dalam memposisikan Allah ialah SENANTIASA MEMPELAJARI, MEMAHAMI DAN MENGIKUTI SERTA MELESTARIKAN AJARAN-NYA dalam kehidupan ini. Hal ini lah yang menjadi satu-satunya parameter penyembahan kita, sebagaimana dalam QS.43:36 “barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Quran) kami adakan baginya syaitan yang menyesatkan, maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.”

      Demikian, mohon koreksi jika terdapat kesalahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: