Kesempurnaan Amal Shaleh

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

 

Diskusi tadi malam dengan seorang sahabat membahas tentang makna amal saleh yang sebenarnya. Amal saleh seringkali diartikan sebagai semua perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang lain atau kepada makhluk Allah yang lain. Perbuatan baik adalah nilai-nilai universal yang dapat diterima semua pihak. Tidak ada seorang pun, di negara mana pun dengan agama apa pun yang menentang dan tidak menyukai perbuatan baik.

Menjadi pertanyaan bahwa di dalam al Quran tidak semua perbuatan baik mendapatkan ridho Allah, sebagaimana doa Nabi Sulaiman untuk mendapatkan ilham atas perbuatan baik yang diridhoi Allah, sebagaimana disebutkan dalam :

Surat 27:18-19, Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Surat 46:15, Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Lebih lanjut, di dalam al Quran terdapat perbuatan baik yang sia-sia di hadapan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 18:103-104, Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?” Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Ada pula diceritakan bahwa ada manusia yang masuk neraka meskipun telah berbuat baik, sehingga perbuatan baik tidak semuanya bernilai di hadapan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 35:37, Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

Menjadi pertanyaan, lalu bagaimana amal saleh yang diridhoi Allah sehingga apa-apa perbuatan baik yang kita lakukan selama hidup ini memiliki nilai di hadapan Allah?

Pertama, perlu diketahui bahwa amal saleh juga berarti amal yang sempurna. Kata-kata saleh tidak hanya berarti baik, namun juga berarti sempurna. Marilah kita perhatikan Surat 7:189-190, Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami terraasuk orang-orang yang bersyukur.” Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya  menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Jika kita perhatikan baik-baik, kata-kata “tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna” dalam bahasa Arabnya disebutkan sebagai “shalihun” atau saleh. Amal saleh tidak hanya berarti amal yang baik, tetapi juga berarti amalan yang sempurna.

Kedua, amalan yang sempurna adalah amalan yang dikerjakan dalam rangka pembenaran keimanan kepada Allah atau dalam bahasa Arabnya disebut sebagai “sedekah”. Sebagaimana telah dibahas dalam modul sebelum, sedekah berasal dari bahasa Arab “shiddiq” yang berarti benar, sementara sedekah berarti membenarkan. Perbuatan yang termasuk ke dalam amal saleh atau amalan yang sempurna adalah perbuatan baik yang dilakukan dalam rangka sedekah atau pembenaran keimanan kepada Allah sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa segala perbuatan baik yang tidak dalam rangka sedekah atau dalam rangka pembenaran keimanan kepada Allah adalah perbuatan yang sia-sia.

Marilah kita perhatikan ayat-ayat berikut dimana dijelaskan bahwa perbuatan yang termasuk kedalam amal saleh atau amal yang sempurna adalah jika dimaksudkan sebagai sedekah, sebagaimana disebutkan dalam

Surat 9:75, Dan diantara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang saleh.

Surat 63:10, Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

Ketiga, segala perintah beramal saleh di dalam al Quran, umumnya diawali dengan perintah beriman terlebih dahulu, sehingga penting untuk diketahui bahwa sebenarnya amal saleh merupakan buah dari keimanan seseorang, sehingga posisi amalan yang sempurna diletakkan dalam rangka pembuktian atau pembenaran akan keimanan (sedekah). Lebih lanjut, manusia yang tidak beriman dan mempersekutukan Allah, perbuatan baiknya tidak akan menjadi amalan yang sempurna atau amal saleh, sebagaimana disebutkan dalam

Surat 39:65, Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Surat 18:105, Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

Surat 6:88, Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.

Dari ketiga aspek pembahasan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa di dalam melakukan perbuatan baik harus disertai ilmu pengetahuan yang cukup agar perbuatan tersebut memiliki nilai di hadapan Allah. Allah telah menjelaskan bahwa amal yang sempurna adalah amal baik yang sesuati dengan ayat-ayat Allah di dalam Al Quran. Bagaimana beramal yang sempurna atau saleh yang bernilai di hadapan Allah?

Pertama, telah dijelaskan bahwa amal saleh adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah, sehingga seluruh perbuatan baik kita lakukan dalam rangka mencari keridhoan Allah. Jika Allah paling membenci dirinya dipersekutukan dengan yang lain, maka ridho Allah pada dasarnya adalah tindakan meng-Esakan Allah sepenuhnya. Perbuatan baik yang sempurna adalah perbuatan baik dalam rangka meng-Esakan Allah, sebagaimana disebutkan dalam

Surat 4:114, Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Surat 2:272, Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).

Setiap hari sejak bangun tidur hingga tidur kembali, atas setiap perbuatan yang kita lakukan, kita harus selalu mengingat tujuan dari hidup ini adalah RIDHO ALLAH untuk membuktikan bahwa setiap saat dalam hidup, saya tidak sedang mempersekutukan Allah.

Ini adalah awal dari sebuah amal saleh, ingat kepada Ridho Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:152, Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Agar niat mencari keridhoan Allah tersebut tidak terinfiltrasi oleh maksud-maksud syaithan, maka sejak bangun tidur hingga tidur kembali, kita perlu untuk selalu berlindung kepada Allah dari bisikan , godaan dan kedatangan iblis yang merupakan musuh hidup kita, sebagaimana disebutkan dalam

Surat 41:36, Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Surat 23:96-98, Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Lebih lanjut,  agar amal tersebut disebut sebagai saleh, maka perlu sesuai dengan aturan-aturan Tuhan atau dalam bahasa Arabnya disebut sebagai bersyukur (harap dibaca kembali modul “Bersyukur tidak sama dengan Berterima Kasih”).

Marilah kita perhatikan Surat 27:19, maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”  

Surat 2:152, Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Amalan yang sempurna di hadapan Allah adalah amalan yang mengikis kemusyrikan dalam hal kepemilikan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:92, Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Mudah-mudahan Allah selalu memberikan ilham, petunjuk dan bimbingan agar setiap saat kita dapat melakukan amal saleh atau amal yang sempurna dan bernilai di hadapan Allah. Amin

 

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. #1 by bejono777 on July 3, 2012 - 4:58 pm

    assalamualaikum warahmatulloh, salam kenal bung artikel yang menarik dan bisa dipahami

    • #2 by blogngaji on July 21, 2012 - 7:47 pm

      waalaikumussalam mas bejono. Silahkan bergabung di milis bahasaquran untuk dapat berinteraksi lebih banyak lagi dengan rekan2 pemahaman quran di seluruh indonesia.

      • #3 by bejono777 on July 24, 2012 - 11:07 pm

        siap pak ustad, semoga istiqomah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: