Pengetahuan Tentang Sabar (Bag. Kedua)

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Dalam perjalanan bis mini travel, seorang supir harus mengikuti peta rute perjalanan untuk menentukan kapan dia harus lurus, kapan dia harus belok kanan dan kapan dia harus belok kiri. Jika supir tersebut tidak mengikuti petunjuk rute perjalanan, maka mungkin saja bis tersebut tidak menuju dan mencapai Bandung, malahan sampai di Cirebon atau bahkan Merak.

Rute arah perjalanan untuk mencapai ke “Bandung” atau ridho Allah, itulah yang disebut sebagai shalat. Shalat memiliki banyak arti. Ada yang mengartikan shalat sebagai ritual sembahyang. Shalat juga berarti doa dan hubungan. Namun hakikat shalat adalah mengingat aturan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 20:14, Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Mengingat Allah dalam shalat atau ash shalatu li dzikri berarti mengingat aturan Allah karena adz dzikro berarti adalah aturan Allah dalam al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 15:9, Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran (dzikro), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Saya sebagai penumpang kendaraan sabar harus terus berada dalam rute perjalanan yang benar yaitu al Quran agar tidak tersesat jalannya. Ketika bis mini travel tersebut mulai melenceng atau keluar dari rute perjalanan, maka saat itu juga saya harus kembali. Oleh karena itu rute perjalanan inilah yang mencegah saya dari keluar jalur sehingga saya tercegah dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana disebutkan dalam Surat 29:45, Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Allah menyarankan saya untuk menaiki kendaraan bis mini travel dan taat kepada rute sehingga pada saatnya nanti saya dapat mencapai tujuan di Bandung. Kendaraan sabar tanpa rute perjalanan al Quran akan membawa kita kepada tujuan yang salah. Jadi terdapat tiga hal penting yang perlu digaris bawahi. Pertama, mengingat Allah dengan ingat akan tujuan perjalanan yaitu ridho Allah sehingga Allah juga akan mengingat dan membantu perjalanan kita. Kedua, menjadikan kendaraan sabar sebagai alat transportasi satu-satunya. Ketiga, berpegang teguh (lihat pembahasan dalam email sebelumnya bahwa berpegang teguh memiliki arti lain bersyukur) kepada rute perjalanan yaitu al Quran atau apa yang disebut sebagai shalat hakikat.

Hanya melalui kendaraan sabar dan taat dengan rute perjalanan melalui shalat yang akan menjadi penolong bagi saya untuk mencapai tujuan ridho Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:152-153, Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Di dalam perjalanan menuju ke Bandung, saya menemui banyak ujian dan hambatan. Ada ban yang bocor, kemacetan bahkan bis mini travel yang saya tumpangi tidak sengaja menabrak motor yang mengakibatkan penumpang motor tersebut marah-marah kepada saya.

Hambatan dan ujian dalam perjalanan menuju kepada ridho Allah itu adalah sistem manajemen Allah untuk menguji keimanan dan kesabaran saya yang merupakan bagian dari sifat Allah Yang Maha Adil, sebagaimana disebutkan dalam Surat 29:2-3, Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Tidak adil rasanya jika saya mencapai tujuan di Bandung tanpa melalui ujian di tengah jalan. Tidak berkeadilan bagi seluruh manusia, jika ada orang yang diuji namun ada yang tidak diuji dalam meraih ridho Allah. Marilah kita perhatikan Surat 2:214, Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

Pertolongan Allah amat dekat jika saya selalu sabar dan shalat, karena Allah menolong saya dengan sistem aturan yang baku yang telah dituangkan dalam al Quran.

Materi dari ujian Allah dalam perjalanan ke Bandung adalah hak prerogatif Allah dimana saya sebagai makhluk hanya memiliki hak untuk sabar. Saya juga harus mengenal akrab sistem manajemen ujian Allah ini karena ini adalah satu paket dengan hidup yang dianugerahkan Allah kepada saya.

Materi ujian tersebut secara umum dirangkum ke dalam dua hal, harta dan diri. Harta adalah segala sesuatu di luar diri kita, sehingga materi ujian ini adalah segala hal dalam hidup. Materi ujian tersebut dapat pula berbentuk caki maki atau perkataan yang menyakitkan dari penumpang motor yang tidak sengaja tertabrak, sebagaimana disebutkan dalam Surat 3:186, Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.

Jika kita berada dalam kendaraan sabar dan taat pada rute perjalanan atau shalat, maka setiap diberi materi ujian, maka kita perlu menyikapinya dengan mengembalikannya kepada kendaraan sabar dan taat rute perjalanan atau aturan Allah atau dengan ber- Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:155-156, Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.

Keberuntungan saya yang menaiki kendaraan sabar dan rute shalat di dalam menanggapi sistem manajemen ujian Allah adalah saya akan mendapatkan petolongan dan bantuan dari Allah. Allah akan mengutus para malaikat-Nya dalam membantu saya mengatasi ujian dan cobaan. Marilah kita perhatikan:

Surat 3:125, Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

Surat 8:65-66, Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Bantuan dan pertolongan Allah ini bertingkat-tingkat sesuai dengan tingkat kesabaran saya. Hal yang paling menyenangkan bagi saya adalah jika Allah memberi tahu setiap saat mengenai waktu perjalanan dan berapa lama lagi saya akan sampai di Bandung. Bahkan dalam kasus tertentu apa yang saya ucapkan itulah yang terjadi karena saya sedang beserta Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 51:17-23, Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.

Di dalam kasus tertentu, karena saya sedang beserta Allah, maka Allah akan memberi tahu hambatan dalam perjalanan atau musibah yang dapat saya hindari. Bagaikan alat GPS canggih, Allah akan memberi tahu mana jalanan yang macet dan mana jalanan yang lancar dan dimana potensi terjadinya kecelakaan dalam perjalanan ke Bandung. Marilah kita perhatikan Surat 64:11, Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada jiwanya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(bersambung)

 

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: