Pengetahuan Tentang Sabar (Bag. Keempat)

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Meskipun banyak hambatan dan rintangan, bis mini travel tersebut akhirnya sampai ke tujuan di kota Bandung dan pada akhirnya saya bertemu dengan seorang teman yang memberi saya uang yang banyak. Kota Bandung itulah perumpamaan dari ridho Allah. Seorang teman itulah perumpamaan dari Allah. Menjadi pertanyaan, mengapa supir dan seorang teman di Bandung tersebut sama-sama merupakan perumpamaan dari Allah? Karena Allah itu tidak menyerupai makhluknya, meskipun keduanya merupakan perwujudan Allah, tetapi tetap saja keduanya bukan Allah (lihat tulisan saya sebelumnya yang berjudul “Tuhan Wujud, Wujud Tuhan”).

Uang yang banyak itulah perumpamaan dari karunia Allah dalam bentuk surga. Surga hanya didapatkan ketika saya telah diridhoi Allah. Untuk dapat diridhoi Allah, saya terlebih dahulu harus menetapkan tujuan hidup atau dalam melakukan apapun semata-mata hanya mencari keridhoan Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 98:8, Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.

Tidak mungkin saya menemui teman saya jika saya tidak sampai di kota Bandung dan tidak mungkin saya mendapatkan uang banyak jika saya tidak bertemu dengan teman saya. Hakikatnya, tidak mungkin saya mendapatkan surga Allah jika tidak diridhoi Allah, karen surga Allah hanya dijanjikan kepada manusia yang sudah mendapatkan ridho Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 9:72, Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.

Sebelum saya menutup pembahasan mengenai Pengetahuan Tentang Sabar ini, perlu saya bahas sedikit mengenal perbedaan antara sabar dan ikhlas. Ikhlas adalah sikap jiwa yang menerima segala apa keputusan Allah dengan penuh keyakinan bahwa apa yang menjadi keputusan Allah adalah yang terbaik bagi saya. Sikap ikhlas ini kita lakukan setelah melalui kendaraan sabar sebagaimana telah dibahas sebelumnya. Tanpa kesabaran, maka sikap ikhlas kita belum sempurna, karena ikhlas dan sabar adalah satu paket tak terpisahkan satu sama lain.

Ketika saya kemudian ikhlas untuk menerima ketentuan Allah dengan penuh keyakinan bahwa itulah yang terbaik, meskipun tidak sesuai dengan keinginan saya, itulah ikhlas, sebagaimana disebutkan dalam Surat 16:30, Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, karena bekum tentu apa yang menurut saya baik adalah apa yang baik bagi diri saya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:216, Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Sikap ikhlas adalah sikap yang membuat saya selalu berpikir positif dan produktif, karena menghindarkan saya dari prasangka-prasangka buruk, baik prasangka buruk kepada manusia, sebagaimana disebutkan dalam Surat 49:12,Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang, maupun prasangka buruk kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 48:6, dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, keikhlasan paripurna saya adalah ketika saya menerima takdir sebagai makhluk Allah dan menerima aturan Allah sebagai pedoman hidup seperti yang dicontohkan oleh suri tauladan manusia, Nabi Ibrahim AS dalam Surat 4:125, Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.

Sebagai penutup, sebagai kenek bis mini travel, saya hendak menyampaikan bahwa surga Allah hanya dimiliki dan dihuni oleh orang-orang yang menaiki kendaraan sabar dalam hidupnya untuk mendapatkan keridhoan Allah dengan selalu shalat yaitu taat terhadap rute perjalanan, menjadikan Allah sebagai pemimpin dan mengisi kesabarannya dengan beriman yang benar, berhijrah dengan akhlak yang membaik dari waktu ke waktu dan berjihad dengan bersungguh-sungguh beramal saleh, sebagaimana disebutkan dalam Surat 13:22-25, Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaik)um bima shabartum”    (Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

Insya Allah, saya, anda dan keluarga dan anak cucu kita semua dapat dipersatukan dalam kendaraan sabar dan menuju kepada tujuan yang diridhoi Allah.

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: