Pengetahuan Tentang Sabar (Bag. Ketiga)

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Pada perumpamaan diatas, saya menyebutkan terdapat lima penumpang dalam bis mini travel, yaitu satu supir, satu kenek dan tiga orang perumpang. Marilah kita membahas satu per satu siapa mereka.

Supir dalam perjalanan ke Bandung itulah Allah. Allah yang memimpin perjalanan kita menuju ke Bandung. Di dalam memimpin, Allah adalah seorang pemimpin yang taat kepada rute perjalanan yang Beliau tetapkan melalui aturan-Nya dalam al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 7:3, Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). Jika kita tidak mengambil Allah sebagai pemimpin, maka pemimpin yang lain adalah syaithan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 16:100, Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.Sesungguhnya inilah yang dimaksudkan untuk tidak mengambil sifat-sifat kafir (kafiruun) menjadi pemimpin kita, bukan dimaksudkan kepada orangnya tetapi lebih kepada sifat-sifat kafirnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:144, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil sifat-sifat kafir menjadi wali dengan meninggalkan sifat-sifat mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?

Jika kita mengambil pemimpin Allah, maka Beliau akan membawa kita kepada rute perjalanan yang benar, sebaliknya jika kita mengambil pemimpin selain Allah atau syaithan, maka dia akan membawa kita kepada rute perjalanan yang salah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:257, Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Bukti saya menjadikan Allah sebagaimana pemimpin adalah ketika saya menjadikan rute perjalanan yang benar atau al Quran sebagai pedoman hidup yang murni, yang tidak tercampur baur dengan yang lain, sebagaimana disebutkan dalam

Surat 39:2, Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.

Surat 2:42, Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.

Ketiga penumpang dalam kendaraan bis mini travel sabar yang saya naiki adalah iman, hijrah dan jihad.

Kendaraan sabar berisi penumpang iman karena kesabaran harus dilandari oleh iman yang benar karena sabar adalah bagian dari iman kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:177, Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.  

Kendaraan sabar harus diisi oleh ketiga penumpang, beriman, berhijrah dan berjihad.

Berhijrah berarti bahwa dalam perjalanan menuju ke Bandung, setiap kilometer perjalanan adalah menuju kepada pribadi yang lebih baik dari hari kilometer sebelumnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:97-100, Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri.” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Berjihad berarti bahwa kesabaran yang kita lakukan bukanlah menerima takdir Allah begitu saja, tapi melalui perjuangan yang sungguh-sungguh karena makna jihad adalah bersungguh-sungguh, sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:53,Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh (jihad) dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.

Karena sistem manajemen ujian Allah adalah dimaksudkan untuk mengetahui siapa yang paling baik amal perbuatannya sebagaimana disebutkan dalam Surat 67:2, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun, maka yang kita perlu bersabar dengan selalu bersungguh-sungguh atau berjihad dengan beramal saleh yang dilandasi oleh iman yang benar, sebagaimana disebutkan dalam Surat 47:31, Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.

Ketika saya memiliki ketiga penumpang, beriman, berhijrah dan berjihad dengan selalu berbuat baik, maka pasti kendaraan sabar saya akan mencapai kepada tujuan ridho Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 29:69, Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

Lalu siapa kenek bis mini travel yang ikut dalam perjalanan? Itulah saya. Saya berfungsi sebagai kenek yang tidak hanya menjadi penumpang dalam bis mini travel yang bernama sabar, tetapi juga mengajak orang lain untuk ikut menumpang bis minis travel tersebut agar semakin banyak orang yang mencapai tujuan di Bandung atau ridho Allah. Fungsi sebagai kenek yang mengajak orang lain masuk kedalam kesabaran dan beramal saleh ini adalah bagian dari sistem manajemen Allah agar saya mendapatkan ridho-Nya, sehingga meskipun sulit karena sering ditolak, dilecehkan, dianggap mengada-ada, dicemooh, didustakan, dihina atau bahkan disakiti, namun fungsi ini tetap harus saya jalankan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 90:10-19, Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

Namun insya Allah, saya bukanlah kenek bis malam di terminal yang mengajak orang menaiki bis tetapi dia sendiri tidak ikut di dalamnya, karena banyak sekarang kenek yang mengajak orang tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:44, Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

(bersambung)

 

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: