Tidur

Tolong disebarkan kepada teman-teman yang mau 28:56

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com.

Seperti halnya jasad yang butuh istirahat, jiwa pun juga demikian. Proses tidur adalah proses dimana jiwa manusia beristirahat, sebagaimana disebutkan dalam

Surat 25:47, Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

Surat 78:9, dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.

Tidur adalah kebutuhan jiwa manusia untuk beristirahat agar jiwa selalu dalam keadaan sehat. Kalau manusia mengalami gangguan tidur beberapa hari saja, jiwanya pasti akan resah dan lama-lama akan timbul penyakit jiwa karena terlalu kecapaian dan korslet.

Di dalam tidur, jiwa manusia tidak berfungsi, meskipun jasad dan ruhnya tetap bekerja. Ketika tidur, ruh tetap bekerja dengan ciri-ciri saya tetap bernafas, jantung saya tetap berdenyut, terdapat panas temperatur tertentu dan sel-sel di dalam tubuh saya terus membelah dan beraktifitas.  Ketika tidur, fungsi organ tubuh jasad juga tetap bekerja terutama organ-organ jasad yang tidak digerakkan oleh fungsi jiwa atau otak seperti organ-organ jantung, paru-paru, ginjal, lever dan sebagainya.

Namun ketika tidur, jiwa kita beristirahat, dengan ciri-ciri tidak dapat mendengar ketika mendengkur meskipun telinga dan saraf telinga sehat, tidak dapat melihat meskipun mata sehat, tidak dapat meraba meskipun kulit sehat dan tidak dapat mencium bau kentut sendiri meskipun hidung sehat.

Di dalam tidur, jiwa saya digenggam oleh Allah sehingga jiwa saya tidak dapat berfungsi, sebagaimana disebutkan dalam Surat 39:42, Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.

Sebagaimana telah dibahas dalam email sebelumnya bahwa jiwa saya terdiri dari pusat keinginan yang disebut sebagai an nafs, pusat berpikir yang disebut sebagai fuadha dan pusat data yang disebut sebagai sudur. Dari ketiga unsur jiwa ini, an nafs atau keinginan lah yang memulai segalanya. Ketika tidur, unsur jiwa yang digenggam Allah adalah an nafs atau keinginan manusia sehingga manusia yang sedang tidur tidak memiliki keinginan apa-apa. Karena unsur keinginan atau an nafs ini digenggam Allah, maka fuadha tidak dapat berpikir dan sudur tidak dapat memberikan data, sehingga fungsi panca indera pun menjadi tidak berfungsi meskipun instrumen panca indera sehat sempurna.

Syaithan awalnya masuk melalui keinginan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 22:52,Dan kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaithanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaithan itu dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Ketika saya tidur, jiwa saya sepenuhnya digenggam oleh Allah melalui keinginan, maka pintu masuk awal syaithan dalam menggoda saya menjadi tertutup sehingga tidak ada manusia yang digoda syaithan ketika tidur sehingga tidak ada manusia yang jahat ketika tidur.

Kesempatan ketika tidur ini sebenarnya waktu yang sangat baik untuk dapat berkomunikasi dengan Allah, karena merupakan wilayah bebas pengaruh syaithan. Sebaiknya ketika kita mendapati anak, istri dan keluarga di rumah yang sedang tidur, kita sedapat mungkin mendoakan dan berkomunikasi dengan Allah agar mereka selalu mendapatkan petunjuk. Lebih lanjut, ketika hendak beranjak tidur, sebaiknya kita berdoa untuk mendapatkan tidur yang produktif, yaitu tidur yang di dalamnya mendapatkan petunjuk Allah.

Proses tidur ini ada yang nyenyak dan ada pula yang tidak. Karena tidur ada hubungannya dengan jiwa terutama pusat keinginan atau an nafs yang digenggam Allah, maka manusia yang tidurnya nyenyak biasanya memiliki jiwa yang lapang dan sebaliknya manusia yang tidurnya tidak nyenyak atau memiliki gangguan tidur, maka ada masalah pada jiwanya.

Manusia yang jiwanya sempit, maka pasti tidurnya tidak berkualitas. Umumnya ketika sedang ada masalah, kita menjadi sulit tidur, padahal keresahan jiwa bukanlah terletak pada masalah yang dihadapi tetapi terletak kepada apakah jiwa kita lapang atau sempit dalam menerima masalah tersebut, sebagaimana disebutkan dalam Surat 94:1-8, Bukanlah Kami telah melapangkan untukmu sudurmu? Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Bagi manusia yang jiwanya sempit, maka masalah kecilpun akan mengakibatkan keresahan jiwa yang pada akhirnya akan membuat kualitas tidur menurun, sebagaimana disebutkan dalam Surat 9:118, dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Terkadang ketika tidur kita mengalami apa yang disebut mimpi, terkadang juga kita mengalami tidur yang tanpa mimpi. Sebagaimana mimpi, ada yang baik dan ada pula yang tidak baik. Mimpi ada yang merupakan kumpulan memori sebelum tidur, ada yang merupakan fantasi keinginan manusia karena meski digenggam, namun an nafs sebenarnya dapat berfantasi tanpa batas, ada pula mimpi yang merupakan petunjuk dari Allah sebagaimana yang pernah dialami oleh Nabi Yusuf (lihat Surat ke-12), karena pada dasarnya mimpi adalah bagian dari komunikasi Allah kepada manusia, sebagaimana disebutkan dalam Surat 42:51, Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

Mimpi yang baik adalah mimpi yang merupakan petunjuk yang diridhoi Allah. Saya pernah mengalami ketika tidur berkali-kali dibacakan Surat al Maun agar saya melaksanakannya dengan penuh kesungguhan. Ini merupakan pengalaman tidur saya yang paling mengesankan karena Allah memberikan petunjuk-Nya bahkan ketika tidur.

Pola tidur yang baik adalah pola tidur yang dicicil, karena bagaimanapun jiwa dapat diibaratkan perangkat yang harus seringkali diistirahatkan. Oleh karena itu, disarankan untuk tidak tidur terlalu lama di malam hari untuk kemudian bangun di sepertiga malam untuk kemudian bertahajjud dengan membaca al Quran, sebagaimana disebutkan dalam Surat 73:1-8, Hai orang yang berselimut, bangunlah di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah al Quran itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu di siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak). Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.

Perintah bangun di malam hari sebenarnya diutamakan kepada membaca al Quran, karena disitulah konsentrasi tinggi untuk kemudian dibimbing oleh para malaikat, sebagaimana disebutkan dalam Surat 17:78-79, Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan bacalah al Quran di waktu fajar. Sesungguhnya membaca al Quran di waktu fajar disaksikan para malaikat.

Pola tidur yang baik adalah tidak terlalu lama, tetapi minimal dua kali dalam sehari, tidur malam dan tidur setelah makan siang, atau boleh dikatakan tidak sedikit-sedikit tidur tetapi tidur sedikit-sedikit, karena ciri-ciri manusia yang produktif adalah yang tidak menghabiskan waktunya hanya untuk tidur, sebagaimana disebutkan dalam Surat 32:16,Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezki yang Kami berikan.

Tidur sedikit-sedikit ini lebih baik dampaknya daripada terlalu banyak dan terlalu lama tidur. Waktu yang terbaik untuk tidur adalah sedikit di malam hari dan sedikit di siang hari. Marilah kita perhatikan Surat 51:17, Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam.Banyak sekali dari kita untuk mempertahankan tidak mengantuk di siang hari dengan meminum kopi yang kurang baik dampaknya terhadap system pencernaan, padahal kalau kita pandai mengelola tidur kita, maka tidak diperlukan kopi untuk menjaga untuk tidak gampang mengantuk. Kunci nya tidur sedikit-sedikit dan jangan sedikit-sedikit tidur.

 

Catatan:

1.    Angka diatas berarti rujukan ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al Qurannya sebagai sumber kebenaran.

2.    Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam nomor ayat al Quran nya dan mohon ditambahkan untuk kesempurnaan.

,

  1. #1 by bantal selimut on October 29, 2012 - 5:57 am

    kalo mimpi buruk itu berasal dari apa ya mas? ada saudara yg sering mengaku bermimpi seperti ini..

  2. #2 by blogngaji on November 5, 2012 - 3:08 pm

    Mimpi buruk pada umumnya diartikan sebagai mimpi yang tidak menyenangkan dan membuat tidur tidak nyaman. Terlepas dari makna di balik mimpi itu, penyebab munculnya mimpi buruk bisa karena beberapa hal. Baru-baru ini saya membaca artikel di forum harian Kompas, disana disebutkan beberapa hal pemicu terjadinya mimpi buruk. Kecemasan dan Stress, baik kecemasan sehari-hari seperti masalah keuangan, masalah keluarga ataupun PSTD (post traumatic stress disorder). Makanan pedas dan berlemak juga dapat meningkatkan aktifitas otak sehingga dapat menyebabkan mimpi buruk. Alkohol dan obat-obatan seperti antidepresi, arbiturat dan narkotika juga dapat menimbulkan efek samping mimpi buruk. Beberapa penyakit seperti demam, flu dan lain-lain juga dapat menjadi salah satu penyebabnya. (http://forum.kompas.com/kesehatan/211897-6-penyebab-terjadinya-mimpi-buruk.html)

    Semua penjelasan di atas memperkuat teori Quran yang mengatakan bahwa tidur ialah aktifitas nafs yang merupakan salah satu bagian dari otak. Orang yang nafs nya terkendali, dalam quran disebut sebagai Nafs Muthmainnah (QS.89:27-30), Posisi muthmainnah ini dicapai saat nafs disokong oleh rahmat (QS.12:53), yang mana rahmat ialah ajaran Tuhan yang maha esa yakni Kasih Sayang yang penjelasannya terdapat dalam Quran (QS.7:204).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: