Waktu dan Kesempatan

Tolong disebarkan kepada teman2 yang mau 28:56.

Silahkan bergabung dengan mailing groups bahasaquran di groups.yahoo.com

 

Sesuatu yang paling berharga yang kita miliki dalam hidup ini adalah waktu dan kesempatan. Allah telah memberikan waktu kepada kita yang tidak tahu sampai kapan untuk melaksanakan aturan-aturanNya dan perjalanan ini adalah sebuah perjalanan ke depan yang tidak dapat diputar kembali meskipun kita mengerahkan kekuatan seluruh langit dan bumi. Banyak sekali waktu dan kesempatan dalam hidup ini yang terbuang sia-sia karena kita tidak pandai menggunakannya.

 

Di dalam al Quran, terdapat beberapa ciri manusia yang diridhoi di dalam memanfaatkan waktu dalam kesempatan yang diberikan dalam hidup.

 

Pertama, menetapkan tujuan di dalam menggunakan waktu dan kesempatan. Terkadang kita hidup memiliki tujuan sendiri-sendiri yang tidak sesuai dengan tujuan Tuhan atau nafsu wahidah (telah dibahas dalam email sebelumnya). Tujuan manusia hidup sebagaimana disebutkan dalam al Quran adalah dalam rangka mengabdi kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 51:56, Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Pengabdian kepada Allah ini menimbulkan akibat bahwa segala sesuatu yang kita lakukan hanyalah untuk mendapatkan ridho Allah, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:162-163, Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).”

 

Kedua, manusia yang menyadari bahwa waktu dan kesempatan ini ada batasnya, karena hidup terus berjalan ke depan, tanpa bertanya apakah kita menggunakan waktu dan kesempatan atau malahan kita menghabiskannya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 56:60-61, Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

 

Kesadaran akan keterbatasan waktu dan kesempatan ini dilandasi oleh sebuah kepahaman bahwa pada akhirnya, waktu dan kesempatan ini tidak dapat ditukar dengan apapun di dunia jika sudah habis masanya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 5:36,Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

 

Ketiga, manusia yang selalu berorientasi ke depan dan bukan ke belakang, sebagaimana disebutkan dalam Surat 59:18, Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Keempat, manusia yang menggunakan waktu dan kesempatan sepenuhnya tidak membuang-buangnya, sebagaimana disebutkan dalam Surat 6:135, Katakanlah: “Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik di dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. 

 

Kelima, first thing first atau manusia yang mempunyai skala prioritas dalam menggunakan waktu sehingga memiliki kebiasaan efektif untuk meninggalkan segala aktifitas dan percakapan yang tidak penting yang akan menghabiskan waktu dan kesempatan, sebagaimana disebutkan dalam Surat 23:1-3, Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.

 

Keenam, manusia yang menggunakan waktu dan kesempatannya dengan baik untuk mencapai tujuan akan sadar bahwa dia tidak mungkin mencapai tujuannya tanpa melibatkan kerjasama dengan pihak lain sebagaimana disebutkan dalam Surat 4:1, Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

 

Allah telah memperingatkan di dalam al Quran bagi manusia untuk menggunakan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya sebelum keduanya selesai dan habis, sebagaimana disebutkan dalam Surat 2:254, Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

 

Allah juga telah memprediksi di dalam al Quran bahwa manusia akan meminta perpanjangan waktu dan kesempatan pada saat keduanya diambil, sebagaimana disebutkan dalam Surat 63:10, Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

 

Marilah kita menjalankan aturan Allah sebelum waktu dan kesempatan habis dan selesai, agar al Quran yang seharusnya menjadi pedoman hidup kita, tidak menjadi penyesalan pada saatnya tiba, sebagaimana disebutkan dalam Surat 69:50-51, Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat). Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar kebenaran yang diyakini. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.

 

Note:

1. Angka diatas berarti reference ayat al Quran, 28:56 berarti surat ke-28 ayat ke-56, mohon dibaca langsung al qurannya sebagai sumber kebenaran.

2. Mohon dicek kalau ada kesalahan dalam no. ayat al Quran nya Dan mohon ditambahkan unt kesempurnaan

  1. #1 by Denden on December 9, 2012 - 8:47 pm

    Ass sy minta penjelasan mengenai kafir dan riba,sngt kami tunggu,trm ksh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: